KOMPAS.com - Perusahaan makanan dan minuman global, Nestlé, meluncurkan proyek untuk memperkuat perlindungan hak-hak pekerja dalam rantai pasokan kopi di Brasil, Kolombia, dan Meksiko.
Proyek yang dimulai pada Rabu (1/4/2026) ini merupakan bagian dari program keberlanjutan Nescafé Plan dan dijalankan melalui kemitraan dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) selama dua tahun ke depan.
Dalam proyek tersebut, ILO akan memfasilitasi dialog antara pemerintah, organisasi pengusaha, dan pekerja guna mengidentifikasi berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk kekurangan standar pekerjaan layak dan risiko dalam rantai pasokan kopi.
Hasil dialog ini akan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan dan intervensi di tingkat negara, termasuk upaya mendorong praktik perekrutan yang adil serta peningkatan perlindungan hak-hak buruh.
Kepala Keberlanjutan Kopi Nestlé, Antje Shaw, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memperkuat rantai nilai kopi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kemitraan ini merupakan langkah penting untuk mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam rantai pasokan kopi,” ujarnya dikutip dari ESG Today, Kamis (2/4/2026).
Program ini juga akan berkontribusi pada pertukaran pengetahuan global di sektor kopi, termasuk praktik terbaik dalam perlindungan tenaga kerja.
ILO mencatat, produksi kopi menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 125 juta orang di dunia, termasuk 20 hingga 25 juta keluarga petani. Namun, sebagian besar petani kopi masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Direktur Program Aksi Prioritas ILO tentang Pekerjaan Layak dalam Rantai Pasokan, Dan Rees, mengatakan masih terdapat berbagai tantangan dalam sektor ini, terutama bagi pekerja musiman dan migran.
“Defisit pekerjaan layak masih terjadi dalam rantai pasokan kopi. Melalui proyek ini, kami ingin mendorong kondisi kerja yang lebih aman dan adil,” ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari Nescafé Plan, program keberlanjutan yang pertama kali diluncurkan Nestlé pada 2010 dan diperbarui pada 2022.
Melalui program tersebut, Nestlé mengalokasikan investasi hingga 1 miliar dollar AS untuk mendukung praktik pertanian kopi yang lebih berkelanjutan, termasuk penerapan pertanian regeneratif.
Inisiatif terbaru ini menunjukkan upaya perusahaan untuk tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dalam rantai pasok, khususnya perlindungan tenaga kerja.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya