Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air

Kompas.com, 2 April 2026, 21:02 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Spons cuci di dapur dianggap sebagai sumber potensial mikroplastik di rumah tangga, namun sebagian besar belum banyak diteliti.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Environmental Advances pun meneliti seberapa banyak partikel mikroplastik yang dilepaskan dari spons selama penggunaan dan dampak lingkungan apa yang ditimbulkannya.

Tujuannya adalah untuk menghitung jumlah pelepasan mikroplstik yang sebenarnya dalam kondisi penggunaan serta menilai dampak lingkungannya menggunakan analisis siklus hidup (LCA).

Spons Lepaskan Mikroplastik

Melansir Phys, Sabtu (21/3/2026) studi ini menggabungkan sains warga (citizen science) di mana masyarakat umum ikut serta secara aktif melakukan eksperimen, dengan pengujian laboratorium.

Baca juga: Beban Perempuan Global, Habiskan 250 Juta Jam Setiap Hari demi Air

Sejumlah rumah tangga sukarelawan di Jerman dan Amerika Utara diminta menggunakan salah satu dari tiga jenis spons yang berbeda dalam rutinitas harian mereka dan mendokumentasikan penggunaannya.

Spons-spons tersebut ditimbang sebelum dan sesudah digunakan untuk menentukan tingkat pengurangan bahan dan pelepasan mikroplastik.

Selain itu, eksperimen laboratorium juga dilakukan menggunakan perangkat uji otomatis yang menyimulasikan tekanan mekanis yang dialami spons saat mencuci piring.

Hasilnya, semua spons yang diteliti mengalami penyusutan bahan selama penggunaan dan dengan demikian melepaskan mikroplastik.

Pelepasan tahunannya berkisar antara kurang lebih 0,68 hingga 4,21 gram mikroplastik per orang per tahun, tergantung pada jenis sponsnya.

Spons dengan kandungan plastik yang lebih rendah melepaskan mikroplastik yang jauh lebih sedikit.

Walaupun sebagian besar partikel ini tersaring di instalasi pengolahan air limbah, beberapa ton tetap masuk ke lingkungan perairan atau tanah setiap tahunnya.

Namun, peneliti menggarisbawahi pula bahwa konsumsi air selama mencuci piring secara manual juga memberikan kontribusi paling besar terhadap dampak lingkungan.

Penilaian lingkungan menunjukkan bahwa sekitar 85 persen hingga 97 persen dari total dampak lingkungan dari mencuci piring disebabkan oleh konsumsi air, sementara emisi mikroplastik memberikan kontribusi yang jauh lebih kecil terhadap kerusakan ekosistem secara keseluruhan.

Baca juga: Penelitian Ungkap Mikroplastik Bisa Ganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Peran Citizen Science

Citizen science memainkan peran sentral karena para peserta sukarelawan menggunakan spons tersebut dalam kondisi kehidupan nyata.

Hal ini memungkinkan penangkapan pola penggunaan yang realistis dan kebiasaan mencuci piring yang umum. Data ini memungkinkan estimasi pelepasan mikroplastik yang jauh lebih realistis dibandingkan dengan studi yang murni berbasis laboratorium.

Lebih lanjut, studi mengidentifikasi beberapa cara untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas mencuci.

Peneliti menyarankan untuk menggunakan lebih sedikit air saat mencuci piring, karena hal ini memberikan pengaruh yang paling besar.

Selanjutanya, pilih spons dengan kandungan plastik yang lebih rendah untuk mengurangi pelepasan mikroplastik.

Lalu gunakan spons untuk jangka waktu yang lebih lama, karena masa pakai yang lebih lama akan mengurangi konsumsi sumber daya secara keseluruhan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KKP Gandeng Konservasi Indonesia untuk Perkuat Pendanaan Inovatif
KKP Gandeng Konservasi Indonesia untuk Perkuat Pendanaan Inovatif
Pemerintah
Hari Laut Sedunia 2026: Pengingat agar Masyarakat Dunia Jaga Lautan
Hari Laut Sedunia 2026: Pengingat agar Masyarakat Dunia Jaga Lautan
Pemerintah
Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
LSM/Figur
Tingkatkan Efisiensi Produksi, Industri Makanan Mulai Adopsi AI
Tingkatkan Efisiensi Produksi, Industri Makanan Mulai Adopsi AI
Swasta
Konsumsi Daging Global Naik 4 Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?
Konsumsi Daging Global Naik 4 Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?
LSM/Figur
IPB University Promosikan Potensi Agromaritim Indonesia di Korea Selatan
IPB University Promosikan Potensi Agromaritim Indonesia di Korea Selatan
Pemerintah
Menaikkan Pajak UMKM saat Terjadi Ketidakpastian Global Dinilai Kurang Tepat
Menaikkan Pajak UMKM saat Terjadi Ketidakpastian Global Dinilai Kurang Tepat
LSM/Figur
Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Pemerintah
Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pemerintah
Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
Pemerintah
Fitoplankton Bisa 'Kunci' Karbon di Lautan hingga Ribuan Tahun
Fitoplankton Bisa "Kunci" Karbon di Lautan hingga Ribuan Tahun
LSM/Figur
Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum
Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum
Swasta
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
Pemerintah
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Pemerintah
Program 'SNI Goes to Campus' Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Program "SNI Goes to Campus" Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau