KOMPAS.com - Konsep ekonomi sirkular sering dianggap hanya sebagai cara untuk menghapus limbah dan polusi.
Namun, menurut penelitian terbaru dari Charles Darwin University (CDU) di Australia, jika diterapkan dengan tepat, metode ini juga bisa menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, hingga meningkatkan kesehatan masyarakat.
Sebagai informasi ekonomi sirkular merupakan sebuah sistem yang bertujuan meminimalkan limbah dengan cara menjaga agar bahan, produk, dan sumber daya tetap dapat digunakan selama mungkin.
Itu merupakan strategi kunci bagi masyarkat untuk bertransisi menjadi lebih hemat sumber daya dan ramah lingkungan.
Tantangan Ekonomi Sirkular
Melansir Phys, Selasa (31/3/2026) meskipun ada banyak pembicaraan global tentang perlunya menerapkan ekonomi sirkular, masih sedikit yang diketahui tentang bagaimana konsep ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan masyarakat.
Untuk mengetahui bagaimana ekonomi sirkular membawa manfaat bagi masyarakat, studi yang dipimpin oleh Dr. Michael Odei Erdiaw-Kwasie, Dosen Senior Bisnis CDU dan Dr. Matthew Abunyewah, Peneliti Ketahanan Psikososial CDU ini kemudian mengkaji hubungan antara inisiatif ekonomi sirkular dengan empat tujuan utama pembangunan masyarakat: ketahanan, inklusi sosial, pemberdayaan, dan keadilan sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga tantangan yang sering muncul dalam penerapan ekonomi sirkular.
Pertama adalah investasi infrastruktur sirkular sangat mahal, sehingga pemerintah daerah yang kekurangan dana sering kali kesulitan membiayainya, meskipun ada manfaat jangka panjang seperti lapangan kerja, biaya pengolahan limbah yang lebih rendah, dan udara yang lebih bersih.
Kedua, beberapa model bisnis sirkular menggunakan perusahaan besar untuk menguasai data, pendapatan, dan layanan perbaikan. Hal ini akhirnya menyingkirkan lapangan kerja dan peluang bagi usaha kecil maupun masyarakat lokal.
Ketiga, ketika alat atau program baru tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kembali atau memperbaiki barang, masyarakat tidak akan menggunakannya. Akibatnya, sumber daya jadi terbuang sia-sia dan mata pencaharian warga bisa terganggu.
"Banyak pihak merasa khawatir akan hilangnya tujuan pembangunan masyarakat serta perlunya meningkatkan kegiatan sosial dan lingkungan seiring dengan semakin gencarnya perusahaan menerapkan ekonomi sirkular," kata Dr. Erdiaw-Kwasie.
"Untuk mencapai hasil yang berkelanjutan, strategi sirkular harus melibatkan proses dan struktur sosial di dalamnya," paparnya lagi.
Ekonomi Sirkular dan Dampaknya bagi Masyarakat
Kendati menghadapi berbagai tantangan, jika diterapkan dengan tepat, ekonomi sirkular dapat memberikan benefit bagi masyarakat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya