Contoh bagaimana ekonomi sirkular bisa membantu masyarakat adalah Saitex, pabrik tekstil di Vietnam.
Mereka menerapkan cara-cara ramah lingkungan seperti mengurangi limbah, hemat air, dan pakai energi terbarukan sambil membuka ribuan lapangan kerja untuk penyandang disabilitas.
Program ini memproduksi tas, sarung bantal, dan masker kain dengan memanfaatkan sekitar 600.000 potong kain sisa atau stok kain yang berlebih.
Baca juga: Startup Ekonomi Sirkular Ciptakan Peluang di Pasar yang Sulit Ditembus
"Tempat kerja yang terbuka bagi semua orang memicu munculnya ide-ide baru karena menyatukan orang dengan latar belakang dan cara berpikir yang berbeda-beda. Keberagaman ini bisa menciptakan solusi ekonomi sirkular yang lebih kreatif dan efektif, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang," kata Dr. Erdiaw-Kwasie.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan bukti yang ada, terdapat beberapa langkah yang bisa diambil oleh pembuat kebijakan dan praktisi untuk memastikan konsep ekonomi sirkular ini benar-benar membawa manfaat bagi kemajuan masyarakat.
Hal ini mencakup penyelarasan kembali tujuan untuk menetapkan target pembangunan masyarakat berdampingan dengan target efisiensi bahan, serta berinvestasi pada keterampilan lokal dan usaha kecil agar komunitas dapat terlibat dalam dan mengelola usaha serta infrastruktur sirkular secara mandiri.
"Selain meningkatkan kesejahteraan, memperluas inklusi sosial, mendorong pemberdayaan masyarakat, dan mempromosikan keadilan sosial, ekonomi sirkular memiliki potensi besar untuk mempercepat pembangunan komunitas," kata Dr. Abunyewah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya