KOMPAS.com - Studi baru mengungkapkan startup ekonomi sirkular berpotensi menciptakan peluang baru di pasar yang resisten atau sulit ditembus.
Studi dari University of Eastern Finland yang diterbitkan di Business Strategy and the Environment menyebutkan startup ekonomi sirkular berhasil mengembangkan bisnis mereka di pasar di mana permintaan konsumen untuk produk berkelanjutan masih belum pasti, dukungan institusional kurang, dan perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan lambat beradaptasi.
Startup ekonomi sirkular menciptakan peluang baru dengan berkomitmen untuk mengurangi atau meminimalkan dampak lingkungan, melakukan eksperimen, uji coba, dan pengembangan berbasis umpan balik, serta membina kolaborasi erat dengan pelanggan dan mitra.
Baca juga: Wujudkan Ekonomi Sirkular, Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik Diperlukan
Melansir Phys, Selasa (13/1/2026) secara tradisional, ekonomi sirkular biasanya dikaji melalui teknologi dan model bisnisnya.
Namun, menurut para peneliti, perhatian mengenai bagaimana penguasaha yang berorientasi pada keberlanjutan dalam menciptakan peluang di pasar, masih sangat sedikit.
Studi ini didasarkan pada 31 wawancara naratif dengan pengusaha startup yang menggambarkan tahap awal usaha mereka, proses pembelajaran, dan upaya untuk membentuk kembali pasar.
“Perusahaan rintisan ekonomi sirkular menunjukkan bahwa transformasi pasar sering kali dimulai dengan nilai-nilai dan keinginan untuk memperbaiki sesuatu yang tidak berfungsi dalam sistem saat ini,” kata Direktur Riset Ville-Veikko Piispanen dari University of Eastern Finland.
“Dan luar biasanya para pengusaha ini memandang pasar tradisional yang luas sebagai peluang daripada hambatan. Ini mencerminkan kesiapan mereka untuk berubah," katanya lagi.
Startup ekonomi sirkular menciptakan peluang baru melalui tiga praktik utama yakni komitmen terhadap dampak lingkungan, eksperimen, uji coba, dan pengembangan berbasis umpan balik, serta kolaborasi erat antara pelanggan dan mitra.
Baca juga: Pengusaha Siap-siap meski Penerapan Deforestasi EUDR Ditunda Setahun
"Startup berkelanjutan bertindak sebagai agen perubahan penting dengan mempertanyakan norma, membangun model kolaborasi baru, dan menciptakan kondisi untuk pasar berkelanjutan. Peran mereka sangat penting karena masyarakat bergerak menuju ekonomi berbasis sirkularitas berkelanjutan," catat Hanna Lehtimäki, yang merupakan salah satu penulis studi ini.
Lebih lanjut, studi juga menunjukkan motivasi yang didorong oleh nilai-nilau serta keyakinan pribadi yang kuat dari wirausahawan membantu menantang praktik pasar yang sudah mapan dan mendorong konsumen mengadopsi solusi baru yang lebih berkelanjutan.
Proses-proses ini pun menjadikan startup berkelanjutan sebagai akselerator penting transisi keberlanjutan serta penggerak perubahan di pasar tradisional.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya