KOMPAS.com - ISO resmi meluncurkan ISO 14001:2026, versi terbaru dari standar manajemen lingkungan unggulan mereka.
Standar ini dirancang untuk membantu organisasi membangun sistem yang dapat meningkatkan kinerja lingkungan, meminimalkan dampak negatif, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Melansir ESG Today, Rabu (15/4/2026), standar baru ini diluncurkan karena saat ini organisasi dituntut untuk tidak sekadar membuat janji atau target, tetapi harus menunjukkan bukti nyata yang bisa diukur.
ISO 14001 hadir untuk membantu mengubah ambisi tersebut menjadi aksi nyata, serta menyesuaikan fokus pada isu-isu mendesak seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan efisiensi sumber daya.
Baca juga: Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
"Karena risiko lingkungan kini semakin rumit dan tuntutan akan keterbukaan semakin tinggi, pembaruan ini bukan sekadar revisi rutin. Ini adalah langkah besar untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan ketahanan bisnis, serta menyesuaikan diri dengan isu penting saat ini seperti perubahan iklim, kelestarian alam, dan kekayaan sumber daya alam," ungkap Susan Taylor Martin, Chief Executive of the British Standards Institution (BSI), lembaga yang mengelola standar ini.
ISO terbaru lebih mudah dipahami
Diluncurkan pertama kali pada 1996, ISO 14001 memberikan panduan bagi organisasi untuk membangun sistem manajemen lingkungan guna mengurangi dampak negatif terhadap alam, mematuhi hukum, dan mencapai target lingkungan mereka.
Standar ini membantu perusahaan mengelola dampak di bidang keanekaragaman hayati, penggunaan sumber daya, limbah, hingga polusi agar operasional dan rantai pasok mereka menjadi lebih ramah lingkungan.
Untuk mematuhi standar ini, organisasi harus membuat kebijakan lingkungan, memahami dampak aktivitas mereka terhadap alam, serta menetapkan target yang jelas. Mereka juga perlu menjalankan kontrol operasional, memantau hasilnya, dan terus memperbaiki sistem manajemen lingkungan tersebut secara berkelanjutan.
Perusahaan juga bisa mendapatkan sertifikat ISO 14001. Prosesnya biasanya meliputi pengecekan kekurangan sistem saat ini, penerapan standar baru, audit internal, peninjauan oleh manajemen, dan terakhir audit resmi oleh pihak luar.
Baca juga: ISO Rilis Standar Baru Terkait Perubahan Iklim
Menurut ISO, standar ini adalah yang paling populer di dunia dengan lebih dari 670.000 organisasi yang telah bersertifikat.
Selain lebih fokus pada isu lingkungan utama, ISO menyatakan bahwa standar terbaru ini lebih mudah dipahami dan digunakan. Versi ini juga lebih menekankan pada peran pemimpin, tata kelola perusahaan, serta cara yang lebih terpadu dalam mengelola dampak lingkungan di seluruh operasional dan rantai bisnis perusahaan.
"Versi baru ISO 14001 ini lebih mudah diterapkan dan bisa langsung dihubungkan dengan standar ISO lainnya. Hal ini memudahkan segala jenis organisasi, besar maupun kecil, untuk memasukkan urusan lingkungan ke dalam strategi bisnis mereka, mendapatkan hasil yang nyata, serta menunjukkan dampak positif yang sesungguhnya," tambah Sekretaris Jenderal ISO, Sergio Mujica.
sumber https://www.esgtoday.com/iso-releases-new-version-of-flagship-environmental-management-standard/
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya