KOMPAS.com - Perancis telah menyusun rencana jelas untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil. Targetnya adalah berhenti memakai batu bara pada 2030, minyak pada 2045, dan gas fosil pada 2050.
Rencana ini dipaparkan dalam konferensi internasional di Kolombia, di mana lebih dari 50 negara berkumpul untuk mempercepat perpindahan dunia dari energi fosil ke energi bersih.
Melansir Edie, Rabu (29/4/2026) rencana ini tidak membuat janji-janji baru, melainkan menggabungkan semua aturan iklim dan energi yang sudah ada ke dalam satu jadwal kerja yang lebih pasti.
Batu bara hanya menyumbang kurang dari 1 persen penggunaan energi di Perancis, biasanya untuk pabrik dan listrik. Perancis pun tidak menghasilkan batu bara sendiri.
Baca juga: Konflik AS-Israel Vs Iran Bukti Dunia Rentan Ketergantungan Energi Fosil
Sementara minyak menyumbang 38 persen penggunaan energi di tahun 2024, di mana sebagian besar dipakai untuk transportasi. Perancis memproduksi sangat sedikit minyak, sehingga hampir semuanya harus dibeli dari luar negeri.
Gas fosil sendiri menyumbang 19 persen penggunaan energi, terutama untuk industri dan pemanas bangunan. Sama seperti minyak, hampir seluruh pasokan gas ini didapat dari impor.
Untuk berhenti memakai batu bara pada 2030, Perancis berencana menutup dua pembangkit listrik batu bara terakhirnya pada 2027.
Sedangkan untuk mengurangi minyak, Perancis akan beralih ke kendaraan listrik secara besar-besaran, memperbanyak tempat pengisian daya serta mengubah bus dan truk besar agar bertenaga listrik.
Lalu untuk mengurangi penggunaan gas, Perancis akan fokus pada sistem pemanas ruangan yang lebih hemat energi dan memperbaiki bangunan agar tidak boros energi.
Rencana penghentian bahan bakar fosil juga mencakup pembangunan besar-besaran sumber energi rendah karbon.
Target energi terbarukannya antara lain mencapai 15 gigawatt (GW) tenaga angin lepas pantai terpasang pada tahun 2035, dengan penambahan 1,3 GW tenaga angin darat terpasang setiap tahunnya.
Selain itu juga peningkatan tiga kali lipat kapasitas fotovoltaik surya terpasang pada tahun 2035, peningkatan kapasitas PLTA terpasang sebesar 2,8 GW, termasuk pembangkit listrik tenaga air dengan sistem penyimpanan terpompa, dan pemasangan hingga 8 GW elektroliser pada tahun 2035 untuk menghasilkan hidrogen.
Prancis juga berencana membangun reaktor nuklir baru dan memperlama masa pakai reaktor yang sudah ada sekarang.
Tak hanya itu, mereka juga menargetkan meningkatkan produksi gas alami dari limbah hingga enam kali lipat dan menggandakan penggunaan bahan bakar nabati pada tahun 2035.
Pemerintah juga akan berinvestasi besar-besaran pada jaringan listrik. Tujuannya agar jaringan tersebut kuat menampung energi alam yang berubah-ubah, menyediakan tempat penyimpanan listrik, dan memenuhi kebutuhan listrik yang terus melonjak untuk pusat data, kendaraan, serta pemanas ruangan.
Baca juga: Lawan Krisis Iklim, Prancis Minta Warganya Kurangi Makan Daging
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya