KOMPAS.com — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN meluncurkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I dengan kapasitas total 1.225 gigawatt (GW) sebagai bagian dari percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Proyek tersebut dikembangkan melalui strategi pengadaan terintegrasi bertajuk “GIGA ONE” dengan proses tender resmi dimulai pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya PLN mendukung target net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, GIGA ONE menjadi terobosan dalam model pengadaan pembangkit energi terbarukan skala besar.
Melalui skema bundling atau konsolidasi sejumlah proyek dalam satu paket strategis, PLN berupaya menciptakan skala keekonomian yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kepastian proyek bagi investor.
Baca juga: Tularkan Semangat Kartini, Srikandi Movement PLN Berdayakan 40.000 Jiwa di 140 Lokasi
“Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujar Darmawan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan, proyek ini tidak hanya memperkuat bauran energi bersih nasional dan menopang kemandirian energi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian, termasuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja hijau (green jobs).
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menyebut, PLTS Mentari Nusantara I melalui GIGA ONE merupakan program unggulan (flagship) yang mendukung target pemerintah dalam pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW.
Baca juga: Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
Menurut Suroso, strategi bundling tidak hanya berfokus pada pembangunan pembangkit, tetapi juga pengembangan ekosistem industri energi bersih secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi,” kata dia.
Salah satu pembangkit energi baru terbarukan (EBT), PLTS Oelpuah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi bagian dari upaya percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia.Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta memperkuat manufaktur energi nasional sehingga rantai pasok dalam negeri semakin kokoh dan berdaya saing.
Secara kapasitas, proyek PLTS Mentari Nusantara I sebesar 1.225 GW akan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Rinciannya meliputi Sumatera 35 megawatt (MW), Kalimantan 340 MW, Jawa 600 MW, Sulawesi 50 MW, Nusa Tenggara Barat 80 MW, serta Maluku dan Papua 120 MW.
Baca juga: PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
Seluruh proyek tersebut ditargetkan mencapai tahap commercial operation date (COD) pada 2029.
Ke depan, strategi pengadaan terintegrasi GIGA ONE juga akan diterapkan pada pengembangan pembangkit energi lain, seperti hidro, bayu, serta battery energy storage system (BESS).
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan nasional menuju sistem energi bersih yang mandiri, tangguh, dan berdaulat.
“GIGA ONE menjadi blueprint baru pengadaan energi terbarukan di Indonesia dan tonggak penting dalam perjalanan transisi energi nasional,” imbuh Suroso.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya