Penulis
Ketua APS Kota Jayapura yang juga Sekretaris Panitia Konferensi APS III 2026, Ps. Catto Mauri, menyampaikan, Papua sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki keunikan tersendiri dalam konteks pembangunan nasional.
"Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, keragaman budaya yang tinggi, dan posisi geostrategi yang penting, Papua memerlukan pendekatan pembangunan yang kontekstual dan berkelanjutan," pesan Catto Mauri.
Catto menambahkan, masyarakat adat Papua telah lama mengembangkan sistem pengetahuan lokal adaptif di antaranya; pengelolaan sumber daya alam berbasis ekologi, sistem pertanian tradisional yang berkelanjutan, hingga tata kelola sosial yang menjunjung keadilan.
"Sistem pengetahuan ini tidak hanya relevan untuk konteks lokal, tetapi juga memiliki nilai universal dalam menjawab tantangan global," jelasnya.
Konferensi APS III rencananya akan menghadirkan beberapa narasumber utama; Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjutak.
Hadir juga jejaring komunitas global APS luar negeri seperti Jepang, Malaysia dan Australia serta beberapa negara-negara tetangga lainnya, seperti Sasakawa Peace Foundation, Food and Agriculture Organization of the United Nation/FAO-UN, Yamagata-Papua Friendship Association PT. Freeport Indonesia.
Selain itu Konferensi APS III mengundang praktisi dari K/L teknis, seperti Kementerian Ketenagakerjaan & Kementerian Perhubungan, serta juga dari akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Cenderawasih, Universitas Negeri Papua dan Politeknik Pelayaran Sorong.
Baca juga: Papua Punya 11 Blok Migas, Produksi Gas 2.000 MMSCFD, Minyak 14.000 Barrel
Konferensi juga melibatkan para tokoh gereja dan agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda, termasuk Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua, Asosiasi MRP se-Tanah Papua, DPR dan DPD.
Sekretaris Jenderal Analisis Papua Strategis, Willem Thobias Fofid, menambahkan yang akan hadir pada Konferensi APS III 2026, akan dibuka oleh Mugiyanto Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat sebagai Keynote Speaker yang sering disapa KDM dan juga hadir para undangan serta keterwakilan masyarakat dan komunitas melalui forum-forum.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya