KOMPAS.com-Kebanyakan orang menganggap semut hanya serangga biasa yang mengganggu. Namun sebuah penelitian mengungkapkan, semut ternyata melakukan sesuatu yang penting bagi planet ini.
Melansir Earth, Minggu (10/5/2026) ada sekitar 20 kuadriliun semut yang merayap di planet ini setiap saat. Jumlah yang luar biasa banyak ini membuat berat total seluruh semut di dunia setara dengan seperlima dari berat total seluruh manusia di bumi jika digabungkan.
Dan aktivitas harian semut seperti membangun, menggali, serta mengangkut daun, biji-bijian, dan serangga mati dalam jarak yang cukup jauh punya dampak besar bagi lingkungan.
Analisis global baru tentang bagaimana seluruh aktivitas semut mengubah bentuk tanah tersebut dilakukan dengan mengumpulkan 2.232 hasil pengukuran dari 136 penelitian yang berbeda.
Data tersebut mencakup berbagai jenis wilayah, mulai dari padang pasir, lahan basah, lahan pertanian, hutan, hingga padang rumput.
Baca juga: Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
Berdasarkan studi tersebut, dibandingkan dengan tanah di sekitarnya yang tidak tersentuh semut, sarang semut menyimpan 22 persen lebih banyak karbon organik tanah. Di saat yang sama, sarang-sarang tersebut melepaskan 84 persen lebih banyak karbon dioksida ke udara.
Semut memasukkan lebih banyak karbon ke dalam tanah, tetapi mereka juga melepaskan lebih banyak karbon ke langit.
Efek relatif pada penyimpanan karbon paling besar terjadi di tanah yang paling kering.
Di wilayah yang kering, semut meningkatkan jumlah karbon di dalam tanah sebesar 44 persen. Namun di tempat yang lebih basah, peningkatan tersebut turun menjadi hanya 12 persen.
Tanah di gurun mengalami kenaikan yang paling besar, yaitu mencapai 74 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan padang rumput, hutan, atau lahan pertanian. Sementara itu, lahan basah secara mengejutkan hanya kehilangan sedikit karbon.
Kelangkaan sumber daya menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Di wilayah yang gersang dan hampir tidak ada apa pun, koloni semut yang mengangkut daun dan biji-bijian ke satu tempat kemungkinan besar menciptakan "oase" kecil yang subur.
Sebaliknya, di hutan yang rimbun di mana tumpukan karbon sudah sangat banyak, aktivitas pengangkutan yang dilakukan semut hampir tidak memberikan pengaruh yang besar bagi lingkungan tersebut.
Para peneliti mencatat bahwa mekanisme tersebut disimpulkan daripada diamati secara langsung, tetapi polanya konsisten di berbagai ekosistem.
Pentingnya jenis semut
Jenis semut juga berpengaruh dalam penyimpanan karbon. Para peneliti sudah lama menduga hal ini, tetapi baru sekarang ada yang mengelompokkan peran mereka secara luas di seluruh dunia.
Semut jenis Formica, Pheidole, dan Pogonomyrmex yang banyak ditemukan di daerah beriklim sedang dan wilayah kering cenderung meningkatkan penyimpanan karbon sekaligus menambah jumlah gas yang dilepaskan ke udara.
Baca juga: Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Jenis semut lainnya hampir tidak memberikan pengaruh apa pun. Keluarga besar semut juga berpengaruh, di mana sarang kelompok Formicinae rata-rata mengeluarkan gas CO2 sebanyak 1,7 kali lebih banyak daripada sarang kelompok Myrmicinae.
Pola makan semut juga memberikan pengaruh yang berbeda-beda. Semut yang menggunakan kutu daun untuk mengambil cairan manisnya, atau semut yang mengumpulkan biji-bijian, menimbun bahan tanaman yang sangat mudah membusuk.
Bahan-bahan ini menjadi makanan bagi mikroba tanah dan memicu proses penyimpanan serta pelepasan karbon yang besar di dalam ekosistem.
Sementara itu, semut pemangsa menimbun sisa-sisa hewan yang kaya akan nitrogen, yang mengubah kandungan kimia tanah dengan cara yang berbeda.
Suhu dan curah hujan menentukan jenis semut apa yang tinggal di suatu tempat, apa yang mereka makan, dan bagaimana cara mereka membangun sarang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya