KOMPAS.com- Perusahaan modal ventura East Ventures merilis laporan keberlanjutan 2026 yang menegaskan bahwa prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) telah diterapkan dalam seluruh aktivitas investasi dan operasional perusahaan.
Dalam laporan tersebut, East Ventures menyebut telah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1, 2, dan 3 sebesar 23 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga menargetkan emisi nol bersih untuk Scope 1 dan 2 pada 2030, serta target emisi nol bersih yang lebih luas, termasuk emisi pembiayaan (*financed emissions*), pada 2050.
Baca juga: Publik Desak WHO Tetapkan Krisis Iklim Jadi Darurat Kesehatan Global
Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan perusahaan berupaya mendukung pertumbuhan startup dengan standar keberlanjutan yang semakin tinggi.
"Kami ingin mendukung startup di berbagai sektor untuk bertumbuh secara bertanggung jawab dan menciptakan nilai jangka panjang," ujar Willson dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Sebagai investor yang berfokus pada startup, East Ventures menerapkan pendekatan sector-agnostic dengan menanamkan modal pada berbagai sektor, seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi finansial, kesehatan digital, logistik, dan teknologi iklim.
Menurut East Ventures, sektor-sektor tersebut berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan ketahanan jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, mengatakan prinsip ESG tidak hanya dijalankan untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan manajemen risiko perusahaan.
Baca juga: Sisi Lain Dampak Perubahan Iklim: Merusak Hubungan Sosial Antar Manusia
"Prinsip ESG tertanam dalam cara kami memperkuat tata kelola, menerapkan manajemen risiko yang disiplin, dan memastikan kesiapan yang sejalan dengan standar global," ujar Avina.
Laporan tersebut juga menyoroti upaya perusahaan dalam mendorong keberagaman dan inklusi. Perempuan mencakup 54 persen dari total karyawan East Ventures, 50 persen dari jajaran pemimpin senior, dan 33 persen dari partner investasi.
Sementara itu, sekitar 26 persen perusahaan portofolio aktif East Ventures didirikan atau dipimpin bersama oleh perempuan.
Selain investasi, East Ventures menjalankan sejumlah inisiatif untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan dan keberlanjutan, antara lain program pendidikan kewirausahaan My First $1000, laporan tahunan Digital Competitiveness Index, kompetisi teknologi iklim Impact Innovations Challenge, serta kalkulator emisi berbasis web ECOVISEA.
Secara kolektif, East Ventures menyebut aktivitas investasi dan berbagai inisiatifnya telah berkontribusi pada 16 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Laporan keberlanjutan East Ventures 2026 disusun mengacu pada standar Global Reporting Initiative, kerangka Sustainability Accounting Standards Board, serta rekomendasi Task Force on Climate-related Financial Disclosures.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya