Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Juli 2026, 16:16 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Selama puluhan tahun, Masjid Istiqlal menjadi salah satu ruang publik keagamaan yang paling hidup di Indonesia.

Dari berbagai penjuru, orang datang dengan tujuan yang beragam. Ada yang ingin menunaikan ibadah, mengikuti kajian, mencari ketenangan, juga membawa anak-anak mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan sosial.

Di balik kemegahan bangunan yang menjadi salah satu ikon nasional tersebut, Masjid Istiqlal juga secara konsisten menjalankan peran yang jauh melampaui fungsi sebagai tempat ibadah umat Islam.

Peran tersebut bukanlah sesuatu yang hadir dalam waktu singkat. Sejak awal pembangunannya, Masjid Istiqlal memang dirancang sebagai simbol persatuan bangsa sekaligus pusat peradaban Islam Indonesia.

Gagasan pembangunan Masjid Istiqlal lahir tidak lama setelah Indonesia meraih kemerdekaan.
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menginginkan masjid nasional sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus simbol persatuan seluruh rakyat Indonesia.

Pembangunan pun dimulai pada 24 Agustus 1961 dan berlangsung selama sekitar 17 tahun hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.

Nama "Istiqlal" yang berarti "kemerdekaan" dalam bahasa Arab menjadi representasi dari semangat tersebut.

Baca juga: World Refill Day, Mengenal Refill Station yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

Selain diwujudkan melalui arsitektur monumental karya Friedrich Silaban, filosofi itu juga tecermin dalam peran masjid sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat dan terus berkembang mengikuti kemajuan zaman.

Kini, Masjid Istiqlal mampu menampung lebih dari 200.000 jamaah dan menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan berskala nasional ataupun internasional.

Setelah direvitalisasi pada 2021, Istiqlal juga dikenal sebagai salah satu rumah ibadah yang menerapkan konsep ramah lingkungan dan efisiensi energi. Selain di balik kemegahan fisiknya, Masjid Istiqlal juga secara konsisten melahirkan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Mulai dari edukasi keagamaan, pelestarian lingkungan, hingga layanan kesehatan, seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan komunitas Muslim.

Bangun kepedulian lingkungan dari rumah ibadah

Komitmen memperkuat pemberdayaan komunitas Muslim diwujudkan Masjid Istiqlal melalui beragam program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan.

Di samping memperkuat syiar dan pendidikan keagamaan, Masjid Istiqlal juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan, menghadirkan ruang konsultasi bagi umat, serta menyediakan layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat.

Salah satu inisiatif yang mencerminkan semangat tersebut adalah Program Ramadan Bersih. Program ini memanfaatkan momentum bulan suci untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan jamaah.

Baca juga: Lewat ASRI, Unilever Indonesia dan Kompas Gramedia Perkuat Edukasi Keberlanjutan di Sekolah

Tak dapat dimungkiri, volume sampah selama Ramadhan cenderung meningkat akibat aktivitas berbuka puasa, sahur, ataupun berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan ribuan jamaah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau