Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global

Kompas.com, 17 Juli 2026, 15:09 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Oleh karena itu, Unsika berkomitmen memastikan kesempatan mengikuti program tersebut dapat diakses lebih luas oleh mahasiswa.

"Tugas kami sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah memastikan keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa yang bersungguh-sungguh. Kesempatan ini harus adil dan terjangkau bagi semua," ujar Ade.

Baca juga: Komunitas Properti dan Konstruksi Bersinergi Dukung Perbaikan Fasilitas Pendidikan

Ia juga berpesan kepada peserta Batch 2 agar menjaga disiplin selama mengikuti program, mengingat budaya kerja Jepang identik dengan ketepatan waktu, tanggung jawab, dan konsistensi.

Selain itu, mahasiswa juga diminta fokus mengejar target sertifikasi JLPT sebagai salah satu bekal utama memasuki dunia kerja internasional.

"Jaga nama baik kampus di mana pun kalian berada. Kalian adalah duta Unsika yang menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki integritas dan dapat diandalkan," tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Eksekutif Daito Trust Construction Co., Ltd., Nobuyoshi Takahashi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Batch 1 yang menjadi fondasi bagi pengembangan program pada tahun berikutnya.

Menurutnya, selama satu tahun terakhir, para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari bahasa Jepang, teknologi konstruksi, serta budaya kerja Jepang.

"Kami sangat terkesan melihat semangat belajar dan kesungguhan para mahasiswa dalam mengikuti program ini," ujarnya.

Baca juga: Kisah Teuku Feroz Menjembatani Akses Pendidikan Tinggi untuk Anak-anak Aceh

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Unsika, PT Satria Jaya Internasional, serta pemerintah Indonesia yang turut mendorong terlaksananya kolaborasi tersebut.

Memasuki Batch 2, Daito Trust berkomitmen terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar peserta memiliki kesempatan berkembang lebih jauh dan siap menghadapi kebutuhan industri konstruksi Jepang.

"Berbagai pencapaian pada tahun pertama menjadi landasan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program sehingga mahasiswa dapat berkembang dalam lingkungan belajar yang semakin baik," katanya.

Takahashi menilai, hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun perlu terus diperkuat melalui pengembangan sumber daya manusia.

Ia berharap, lulusan Daito Class tidak hanya mampu bekerja di Jepang, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi kedua negara dalam bidang industri dan pembangunan.

"Kami berharap, semakin banyak sumber daya manusia yang mampu menjadi penghubung Indonesia dan Jepang, sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negaranya masing-masing," ujarnya.

Bekal kompetensi untuk tembus dunia kerja Jepang

Pengalaman mengikuti Batch 1 turut dibagikan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri Unsika, Nawang Natalia Putri. Ia mengaku sempat ragu mendaftar karena harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan belajar bahasa Jepang.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau