KOMPAS.com – Dompet Dhuafa meluncurkan Kebun Pangan Madaya, sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, edukasi pertanian, serta peningkatan ekonomi keluarga.
Program tersebut diresmikan di Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Kebun Pangan Madaya digagas untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah, area perkantoran, hingga kebun komunitas agar menjadi sumber pangan mandiri sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
General Manager Pengembangan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa Ali Bastoni mengatakan, PTGL yang berdiri di atas tanah wakaf dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi pendidikan, keagamaan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.
Baca juga: Siapkan Relawan Hadapi Bencana, DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan di Kalteng
PTGL memiliki berbagai fasilitas pendukung, mulai dari masjid yang saat ini dimanfaatkan sebagai ruang belajar para santri, asrama, hingga greenhouse.
“Ada asrama yang dalam tahap pembangunan tiga lantai. Ini dibangun dari kolaborasi dalam program Cash Wakaf Link Sukuk (CWLS),” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2026).
Selain itu, terdapat dua greenhouse yang masing-masing memiliki luas 1.000 meter persegi di sisi barat dan timur kawasan.
Ali mengatakan, seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas pesantren, mulai dari pendidikan, pengembangan sektor pangan, hingga penguatan amal usaha.
"Aktivitas kebun di sini terkait isu pangan, keuangan, dan amal usaha pesantren. Kami percaya ini akan memperkuat semangat sekaligus pengembangan kawasan Lido," ucapnya.
Ali menambahkan, Divisi Wakaf Dompet Dhuafa turut mendukung agenda percepatan pembangunan hijau melalui pengembangan konsep green wakaf.
"Semangat green wakaf akan kami perkuat melalui pemanfaatan panel surya yang terintegrasi dengan platform pemantauan karbon sehingga berpotensi mendukung perdagangan karbon. Karena berbasis wakaf, manfaatnya akan terus bergulir," jelasnya.
Sepanjang 2026, gerakan lingkungan hijau produktif yang digagas Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa melalui Program Kebun Sehat Masyarakat untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan telah menjangkau 10 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Papua.
Baca juga: Di IFESDC 2026, Dompet Dhuafa Paparkan Peran Keuangan Sosial Islam dalam Pengentasan Kemiskinan
Program tersebut mencakup 13 kebun komunitas dan 247 kebun skala rumah tangga. Sebanyak 765 penerima manfaat dan 124 kader terlibat dalam program yang seluruhnya mendukung penyediaan pangan lokal untuk program pemberian makanan tambahan.
Saat ini, tantangan pelaksanaan program Kebun Pangan Madaya meliputi kepastian status lahan, komitmen pengelola, serta faktor lingkungan.
Oleh karena itu, penguatan kelembagaan dan legalitas lahan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya