Perwakilan Camat Cicurug Dedi Yudha menyambut baik gerakan pemberdayaan hijau yang dijalankan di wilayahnya.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah sekaligus menjadi sarana peningkatan keterampilan masyarakat.
Baca juga: Dorong Kemandirian Ekonomi, Dompet Dhuafa Latih Pemuda Budi Daya Lobster Air Tawar
“Selain menimba ilmu agama, kita juga bisa memanfaatkan pengolahan lahan untuk pangan untuk pemberdayaan keterampilan para santri dan masyarakat,” ujar Dedi.
PTGL memanfaatkan lahan hijau seluas 2 hektare (ha) di kawasan Lido, Sukabumi.
Pesantren tersebut merupakan pesantren pertama yang dibangun Dompet Dhuafa sejak 2020 sekaligus yang pertama berbasis wakaf produktif.
Setelah berhasil membudidayakan melon hidroponik dan baby buncis jenis Kenya di area greenhouse seluas 1.600 meter persegi (m2), Dompet Dhuafa kini mengembangkan budi daya edamame di lahan terbuka seluas 1.000 m2.
Salah satu petani yang terlibat dalam program tersebut adalah Tusih (50), warga Desa Cicurug, Sukabumi.
Tusih telah bergabung dengan Dompet Dhuafa selama sekitar tiga tahun. Pengalamannya sebagai petani membuatnya lebih mudah beradaptasi saat membudidayakan tanaman edamame.
Baca juga: Satu Dekade Sekolah Literasi Indonesia, Dompet Dhuafa Perkuat Gerakan Literasi Akar Rumput
Tusih mengaku senang karena memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Sebelumnya, ia bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, Tusih juga membantu orangtuanya bertani.
"Alhamdulillah sekarang saya bekerja di sini. Penghasilannya cukup dan sesuai dengan kemampuan saya. Mudah-mudahan ke depannya semakin maju. Sekarang saya juga sudah memiliki penghasilan sendiri," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, pemberian nama Pesantren Tahfidz Green Lido bukan tanpa alasan.
Menurutnya, PTGL merepresentasikan perpaduan antara nilai keberlanjutan dan keagamaan melalui pengembangan pendidikan, kegiatan masjid, serta pengelolaan kawasan pertanian.
Baca juga: Dompet Dhuafa Salurkan 40.204 Hewan Kurban, Jangkau Gaza hingga Pelosok Indonesia
“Semua ini tumbuh. Hal yang penting adalah tumbuhnya kehijauan itu sendiri. Ini ibarat keislaman dan pohon seperti tauhid, kalimat ‘tiada Tuhan selain Allah’,” katanya.
Juwaini menambahkan, sedekah juga kerap diibaratkan sebagai pohon yang terus memberikan manfaat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya