KOMPAS.com - Riset terbaru mengenai target iklim perusahaan menemukan bahwa menetapkan target emisi yang lebih ambisius tidak serta-merta membuat perusahaan mengeluarkan lebih banyak uang untuk investasi hijau.
Hal ini terungkap dalam analisis terhadap 886 perusahaan global beremisi tinggi yang secara terbuka melaporkan belanja modal hijau (green CapEx) mereka, yang diterbitkan oleh Clarity AI.
Melansir Edie, Kamis (3/9/2026) studi ini menemukan perusahaan dengan target iklim yang sesuai dengan batas 2 derajat C atau lebih rendah rata-rata mengalokasikan 27 persen dari belanja modal mereka untuk proyek hijau. Sementara itu, perusahaan yang tidak memiliki target iklim mengalokasikan 25 persen.
Hubungan antara target dan realisasi anggaran ini tercatat paling lemah di beberapa sektor industri yang proses penurunan emisinya memang tergolong sulit.
Di sektor energi, perusahaan tanpa target iklim justru mengalokasikan 14 persen belanja modal mereka untuk proyek hijau, dibanding 11 persen pada perusahaan yang punya target iklim 2 derajat C atau lebih rendah.
Baca juga: SBTi Kini Fokus Dorong Perusahaan Terapkan Target Iklim
Di sektor bahan baku, angkanya adalah 17 persen berbanding 15 persen. Sektor industri menunjukkan pola serupa, yaitu 24 persen untuk perusahaan tanpa target dan 23 persen untuk perusahaan target iklim.
Sementara di sektor kebutuhan sekunder, kedua kelompok berada di angka yang sama, yaitu 13 persen.
Analisis ini menyimpulkan bahwa keberadaan target iklim saja tidak bisa membuktikan bahwa sebuah perusahaan benar-benar mengucurkan modal yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
Celah ini sangat terlihat pada industri yang membutuhkan modal sangat besar untuk mengganti peralatan lama, serta industri yang teknologi rendah karbonnya masih terus dikembangkan.
Sementara itu sektor penyedia layanan publik dan properti menunjukkan gambaran yang berbeda.
Di sektor layanan publik, belanja modal hijau naik dari 55 persen pada perusahaan tanpa janji iklim menjadi 63 persen pada perusahaan yang memiliki target iklim 2 derajat C atau lebih rendah.
Di sektor real estate, angkanya juga naik dari 28 persen menjadi 35 persen.
Kedua sektor ini menjadi satu-satunya dalam analisis yang memperlihatkan bahwa penetapan target yang ambisius benar-benar diikuti oleh peningkatan belanja modal hijau yang nyata, masing-masing naik sebesar 8 dan 7 persen.
Baca juga: PwC: 82 Persen Perusahaan Percepat Target Iklim dan Dekarbonisasi Rantai Pasok
Sektor-sektor ini memang memiliki akses ke pilihan investasi transisi yang teknologi dan manfaat komersialnya sudah lebih jelas serta teruji di pasar.
Pembangkit listrik energi terbarukan, elektrifikasi jaringan listrik, dan efisiensi energi menawarkan peluang investasi yang lebih jelas dibanding teknologi yang harganya masih mahal atau belum matang.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya