Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara ambisi iklim dan investasi perusahaan ternyata lebih rumit dari yang diperkirakan.
Target iklim baru bisa memengaruhi alokasi modal jika teknologinya sudah siap dan hitungan bisnisnya masuk akal. Namun, ketika nilai ekonominya belum jelas, target iklim terbukti sulit mengubah arah anggaran modal perusahaan.
Kurangnya transparansi belanja modal
Temuan baru ini melengkapi riset yang diterbitkan awal tahun ini oleh Clarity AI, yang meneliti alokasi belanja modal hijau di berbagai perusahaan berdampak tinggi.
Analisis tersebut menemukan bahwa kurang dari separuh perusahaan dengan emisi tertinggi di dunia yang secara terbuka melaporkan belanja modal hijau mereka.
Di luar wilayah Eropa, angkanya bahkan turun hingga sekitar 30 persen. Hal ini menimbulkan masalah mendasar bagi para investor. Dalam banyak kasus, tidak ada informasi yang jelas dan konsisten yang menunjukkan seberapa besar anggaran modal perusahaan yang benar-benar dipakai untuk mengurangi dampak iklim.
Baca juga: Perusahaan, Regulator, dan Stakeholder Membentuk Arah Pelaporan Keberlanjutan
Dari 232 perusahaan dalam indeks saham global (MSCI ACWI) yang melaporkan belanja modal hijau mereka, studi ini menemukan perbedaan yang sangat besar antar industri.
Maskapai penerbangan dan perusahaan listrik memiliki rata-rata porsi belanja modal hijau yang relatif tinggi, masing-masing sebesar 71 persen dan 46 persen. Sementara itu, pelayaran laut dan manufaktur otomotif berada di bawah 30 persen, sedangkan industri baja, semen, serta minyak dan gas berada di bawah 10 persen.
Riset sebelumnya juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan di Eropa melaporkan rata-rata porsi belanja modal hijau sebesar 23 persen di negara-negara Uni Eropa dan 21 persen di wilayah Eropa lainnya.
Namun, tingginya tingkat keterbukaan informasi tidak selalu sebanding dengan tingginya alokasi investasi hijau.
Para peneliti juga mengingatkan bahwa pelaporan secara sukarela di luar Eropa bisa menimbulkan bias, karena perusahaan yang kinerjanya bagus cenderung lebih rajin melapor dibanding yang kinerjanya buruk.
Secara keseluruhan, Clarity AI menyarankan agar target iklim perusahaan sebaiknya dianggap sebagai salah satu bahan penilaian saja, bukan sebagai bukti pasti bahwa perusahaan tersebut sudah benar-benar mendanai proses transisi hijaunya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya