Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026

Kompas.com, 8 September 2026, 10:01 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Penerbitan obligasi hijau secara global mencetak rekor baru pada kuartal kedua tahun 2026 dengan mencapai 193 miliar dolar AS.

Menurut laporan terbaru dari Moody’s tersebut, lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan yang kuat dari para penerbit di Eropa, sekaligus mengerek total penerbitan obligasi berkelanjutan secara keseluruhan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Melansir ESG Today, Senin (31/8/2026) meskipun porsinya jauh lebih kecil dalam pasar keuangan berkelanjutan, penerbitan obligasi biru juga menyentuh rekor tertinggi sepanjang paruh pertama tahun ini.

Angka tersebut bahkan telah melampaui total volume sepanjang tahun 2025. Sebaliknya, volume obligasi keberlanjutan dan obligasi terkait keberlanjutan justru mengalami penurunan.

Secara keseluruhan, laporan menunjukkan bahwa total penerbitan obligasi berkelanjutan dunia yang mencakup obligasi hijau, sosial, keberlanjutan, terkait keberlanjutan, dan transisi naik 4 persen (year-over-year) pada Q2 2026.

Baca juga: Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan

Meski begitu, total penerbitan sepanjang tahun ini masih sedikit di bawah angka paruh pertama tahun 2025 akibat melambatnya pergerakan pada Q1 2026.

Eropa dominasi pasar obligasi berkelanjutan

Berdasarkan wilayah, laporan menunjukkan bahwa Eropa makin mendominasi pasar obligasi berkelanjutan. Eropa menyumbang 58 persen dari total volume penerbitan pada Q2 2026 dan 56 persen pada Q1, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 44 persen dan 43 persen.

Sementara wilayah Asia Pasifik menyumbang 20 persen pada Q2 2026, turun drastis dari 32 persen pada tahun sebelumnya, sementara Amerika Utara turun tipis menjadi 8 persen dari sebelumnya 9 persen.

Berdasarkan jenis obligasi, penerbitan obligasi hijau naik 2 persen pada Q2 2026 dibanding tahun lalu, mencapai rekor triwulanan sebesar 193 miliar dolar AS.

Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pesat di Eropa sebesar 34 persen, yang menyumbang hampir dua pertiga dari total penerbitan obligasi hijau pada kuartal tersebut. Sebaliknya, volume di Asia Pasifik anjlok 42 persen dari capaian Q2 2025 yang sempat sangat kuat, dan Amerika Utara turun sekitar 16 persen menjadi 15,4 miliar dolar AS.

Menariknya, penurunan volume di Amerika Utara terutama disebabkan oleh penurunan penerbitan dari lembaga pemerintah dan pemerintah daerah, sedangkan penerbitan dari sektor korporasi dan lembaga keuangan di Amerika Utara justru naik masing-masing sekitar 8 persen dan 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Laporan tersebut juga mencatat pertumbuhan signifikan pada obligasi sosial dengan volume penerbitan melonjak 18 persen dibanding tahun lalu menjadi 42 miliar dolar AS, didorong oleh sektor lembaga pemerintah.

Baca juga: Investor Rela Bayar Lebih Mahal untuk Obligasi Hijau

Sementara itu, penerbitan obligasi keberlanjutan tumbuh 19 persen pada Q2 dibanding tahun lalu, meskipun secara kumulatif (year-to-date) nilainya masih di bawah capaian tahun sebelumnya. Penerbitan obligasi terkait keberlanjutan terus meredup, anjlok 63 persen secara kumulatif dan bertahan di kisaran 3 miliar dolar AS selama empat kuartal berturut-turut.

Penerbitan obligasi biru meski porsinya masih kecil di pasar obligasi berkelanjutan, melesat hingga 6 kali lipat dibanding tahun lalu pada paruh pertama 2026 menjadi 3,7 miliar dolar AS.

Moody’s menilai pertumbuhan ini dipicu oleh terbitnya standar pasar resmi di tengah meningkatnya permintaan investor dan kebutuhan pembiayaan di sektor ekonomi biru.

Capaian blue bonds pada paruh pertama 2026 ini mencetak rekor semesteran baru, melampaui total capaian sepanjang tahun 2025 yakni 2,6 miliar dolar AS, dan mendekati rekor tertinggi sepanjang tahun 2024 (4,7 miliar dolar AS).

Berdasarkan jenis penerbit, lembaga keuangan dan korporasi non-keuangan tetap menjadi kategori terbesar pada Q2, masing-masing menyumbang 29 persen dan 26 persen dari total penerbitan.

Namun, pertumbuhan sepanjang tahun ini terutama didorong oleh lembaga pemerintah dan negara, dengan kenaikan penerbitan dari kedua sektor ini masing-masing sebesar 22 persen dan 15 persen pada paruh pertama 2026.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Pemerintah
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Pemerintah
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
LSM/Figur
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
LSM/Figur
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
LSM/Figur
Banyak TPA Masih Terbakar Selama El Niño dan Musim Kemarau, Meski Praktik Open Dumping Dilarang
Banyak TPA Masih Terbakar Selama El Niño dan Musim Kemarau, Meski Praktik Open Dumping Dilarang
LSM/Figur
Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026
Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026
Pemerintah
Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Ahli Peringatkan Risiko Kesehatan dari Menghirup dan Lingkungan Tercemar
Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Ahli Peringatkan Risiko Kesehatan dari Menghirup dan Lingkungan Tercemar
LSM/Figur
Karhutla dan Abu Vulkanik Berisiko Ganggu Perdagangan Indonesia
Karhutla dan Abu Vulkanik Berisiko Ganggu Perdagangan Indonesia
LSM/Figur
PBB Peringatkan Kenaikan Permukaan Air Laut Jadi Ancaman Nyata Bagi HAM
PBB Peringatkan Kenaikan Permukaan Air Laut Jadi Ancaman Nyata Bagi HAM
Pemerintah
Krisis Iklim Turunkan Performa Pembangkit Saat Permintaan Listrik Naik
Krisis Iklim Turunkan Performa Pembangkit Saat Permintaan Listrik Naik
Pemerintah
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Swasta
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau