KOMPAS.com - Terusan Panama akan membatasi jumlah kapal yang melintas mulai hari Jumat, (4/9/2026) akibat kekeringan yang dipicu oleh fenomena iklim El Niño.
Padahal sebanyak lima persen dari total perdagangan dunia bergantung pada terusan ini, yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.
Melansir Phys, Kamis (3/9/2026) pengelola terusan akan mengurangi lalu lintas harian dari 36 menjadi 32 kapal demi menghemat air di tengah kekeringan parah yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan tahun 2027.
Otoritas Terusan Panama juga mengurangi batas sarat air kapal atau seberapa dalam bagian bawah kapal tenggelam di air dari 15,24 meter menjadi 14,63 meter.
Panama telah menyatakan status darurat akibat El Niño. Fenomena ini meningkatkan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, yang memicu perubahan angin, curah hujan, serta cuaca ekstrem yang tidak menentu di seluruh dunia.
Administrator baru Terusan Panama, Ilya Espino de Marotta, mengakui bahwa kondisi saat ini memang sangat menantang.
Baca juga: Super El Nino Berpotensi Ubah Pola Cuaca Ekstrem di 12 Kota Besar Asia
Terusan sepanjang 80 kilometer ini sangat bergantung pada air tawar yang sebagian besar berasal dari air hujan dan ditampung di danau-danau buatan.
Tanpa pasokan air yang cukup, pintu-pintu air yang bertugas menaikkan dan menurunkan posisi kapal di awal serta akhir perjalanan tidak akan bisa berfungsi.
Setiap satu kapal yang melintas membutuhkan sekitar 200 juta liter air tawar, yang kemudian terbuang dan mengalir begitu saja ke laut.
"Air adalah sumber daya yang paling penting untuk operasional tetapi antara bulan April dan Agustus, akumulasi kekurangan curah hujan mencapai 35,8 persen di bawah rata-rata historis dan tidak ada tanda-tanda pemulihan dalam jangka pendek," kata manajer air terusan, Erick Cordoba.
Pada tahun 2023 dan 2024 lalu, fenomena El Niño bahkan pernah memaksa pengurangan lintas kapal harian hingga tersisa 22 kapal saja, dengan batas kedalaman lambung maksimum diturunkan menjadi 13,41 meter.
Hal itu menyebabkan jumlah kapal berkurang 20 persen, tonase barang turun 17 persen, dan antrean kapal yang ingin melintas menjadi jauh lebih panjang.
Pembatasan yang lebih ketat bisa saja menyusul aturan yang diterapkan pada hari Jumat ini.
Baca juga: Penyusutan Air Sungai Eropa Ancam Jalur Logistik, Perusahaan Pelayaran Cari Solusi
"Jika kita tidak berhasil mengisi danau-danau penampungan pada bulan November, kita harus memperketat pembatasan," ujar mantan administrator terusan, Jorge Quijano.
Sementara itu prakiraan menunjukkan bahwa musim kemarau tahun 2027, yang biasanya berlangsung antara Januari dan April, akan dimulai sedikit lebih awal dari biasanya dan meluas hingga bulan Mei.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya