Pertama, Tjandra mengimbau untuk mengikuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau institusi resmi lain tentang bagaimana situasi letusan gunung yang sedang terjadi dan kadar abu vulkanik di area tempat tinggal kita.
Ia berharap, pemerintah bisa memberikan informasi ke masyarakat luas secara up to date, sehingga semua dapat bersikap yang tepat dan sesuai. Kedua, sebaiknya memakai masker jika memang kadar abu dirasa cukup mengkhawatirkan.
Khususnya, bagi mereka yang mengidap penyakit paru kronik memakai masker. Bahkan, kalau kadar abu cukup banyak, kata dia, ada anjuran menggunakan kacamata pelindung dan baju tangan panjang kalau sedang di luar rumah.
Ketiga, kalau memang kadar abu cukup mengkhawatirkan, maka sebaiknya membatasi aktivitas fisik secara berlebihan di luar ruangan. Keempat, kalau memang di luar cukup banyak abu vulkanik, maka setibanya di rumah bersihkan diri dengan baik dan pakaian perlu segera dicuci.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Jalur Pendakian Ditutup dan Pendaki Diminta Turun
Kelima, kalau kadar abu memang mengkhawatirkan, Tjandra menganjurkan rumah ditutup dengan rapat supaya debu dari luar tidak masuk. Namun, untuk situasi pada hari Minggu (6/9/2026) di Jakarta dan sekitarnya saja tampaknya belum perlu dilakukan.
"Mudah-mudahan situasi tidak memburuk di hari-hari mendatang," ucapnya, kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026).
Ke enam, mereka yang berpenyakit kronik dan sedang maka obat secara rutin, maka akan lebih baik untuk konsultasi ke dokternya masing-masing tentang apakah perlu ada penyesuaian pengobatan, mungkin jenis obat, atau dosis atau frekuensinya.
Ke tujuh, kalau ada keluhan kesehatan maka segeralah berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. "Artinya, pemerintah perlu menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah di akses dan memiliki fasiltas yang baik," tutur Direktur Pascasarjana Universitas YARSI /Adjunct Professor Griffith University ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya