“Dengan adanya bus sekolah ini, anak-anak lebih nyaman dan aman dalam perjalanan. Orangtua juga bisa bekerja dengan lebih tenang karena transportasi anak-anak sudah tersedia,” ujarnya.
Bus sekolah tersebut melengkapi dukungan terhadap fasilitas belajar yang telah diberikan. Jika rehabilitasi berkaitan dengan tempat siswa belajar, bus berkaitan dengan akses mereka untuk sampai ke sekolah.
Bagi siswa, fasilitas sekolah menjadi ruang untuk mengikuti kegiatan belajar, sedangkan bus membantu perjalanan mereka menuju dan dari sekolah setiap hari.
Hari mengatakan, bentuk dukungan dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenjang dan sekolah. Karena itu, dukungan pendidikan tidak selalu diberikan dalam bentuk yang sama.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa terus memberikan perhatian terhadap pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang kita miliki,” katanya.
Bagi siswa SMPN 20 Talao, sekolah dan perjalanan menuju sekolah merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Ruang belajar yang diperbaiki memberi tempat untuk mengikuti pelajaran, sementara bus membantu mereka menempuh perjalanan dari kawasan tempat tinggal menuju sekolah.
Dengan 197 siswa dan mayoritas di antaranya merupakan anak pekerja PT KSI, dukungan tersebut menjadi bagian dari keseharian pendidikan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Rehabilitasi fasilitas dan pemeliharaan menjaga ruang belajar tetap digunakan, sedangkan bus sekolah membantu akses siswa untuk sampai ke sekolah setiap hari.
“Kami meyakini bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan proses yang berkelanjutan,” ujar Hari.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya