Maskapai penerbangan, pengelola kapal pesiar, dan destinasi wisata alam dapat menyusun komunikasi lingkungan sebagai sebuah alur emosi yang berurutan, bukan sekadar menyampaikan pesan ramah lingkungan secara terpisah-pisah.
Sebagai contoh, strateginya adalah menarik perhatian wisatawan pada masalah lingkungan terlebih dahulu, baru kemudian menawarkan solusi yang jelas dan realistis seperti memilih opsi perjalanan rendah emisi, mendukung konservasi laut, atau ikut menjaga kelestarian tempat wisata.
Baca juga: Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Para peneliti menyarankan agar alur dari keprihatinan lingkungan menuju solusi positif yang nyata dirancang dengan cermat, sehingga perhatian yang sudah terbangun bisa berubah menjadi tindakan nyata.
Kendati demikian, informasi lingkungan harus tetap jujur dan proporsional, bukan sekadar menakut-nakuti atau membuat wisatawan merasa tertekan.
Menghubungkan informasi lingkungan yang menyentuh emosi dengan solusi yang jelas dan nyata dapat membantu berbagai organisasi mendorong lebih banyak orang untuk ikut bertindak ramah lingkungan.
Dalam beberapa tahun ke depan, strategi ini bisa mengubah cara penyampaian pesan-pesan lingkungan di platform pemesanan online, aplikasi wisata, papan petunjuk digital, hingga pengalaman wisata interaktif. Alih-alih hanya mengandalkan satu imbauan umum, organisasi dapat menyusun pesan yang saling terhubung di setiap tahapan perjalanan wisatawan.
Studi ini membuktikan bahwa persuasi yang efektif tidak sekadar memicu reaksi emosi awal, melainkan mengarahkan perhatian tersebut menuju penilaian positif atas solusi yang dapat dipercaya. Prinsip ini juga bisa diterapkan pada komunikasi isu iklim, konservasi, kesehatan masyarakat, dan kampanye sosial lainnya di luar sektor pariwisata.
"Kampanye masa depan sebaiknya tidak dirancang hanya untuk memicu reaksi emosi yang kuat, tetapi untuk mengarahkan perhatian awal menuju penilaian positif atas solusi yang terpercaya, hingga akhirnya memunculkan kesadaran untuk bertindak secara bertanggung jawab," pungkas Kim.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya