Menurut Etty, salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah residu antibiotik dalam limbah medis.
Residu tersebut dapat bertahan di lingkungan selama periode tertentu. Jika masuk ke badan air, residu antibiotik berpotensi memengaruhi mikroorganisme yang hidup di dalam ekosistem tersebut.
Baca juga: Penyedia Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Pengelolaan 130.199 Ton Limbah B3 ke KLH
Etty menjelaskan, mikroorganisme yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dapat terdampak. Sementara mikroorganisme yang mampu bertahan terhadap paparan antibiotik berpotensi menjadi resisten.
"Kalau yang mengandung residu antibiotik, tentu ini sangat membahayakan. Yang bisa membantu kita hilang, sementara yang bandel dan akan merusak ekosistem itu justru resisten, menjadi kebal," tutur Etty.
Risiko tersebut, menurut Etty, juga perlu dilihat dalam konteks rantai makanan. Residu yang masuk ke perairan dapat terpapar pada organisme perairan, termasuk ikan.
Jika organisme dari perairan tercemar kemudian dikonsumsi manusia, paparan terhadap residu tersebut berpotensi terjadi melalui makanan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya