Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi

Kompas.com, 21 Oktober 2026, 20:04 WIB
Monika Novena,
Andika Aditia

Tim Redaksi

Sumber ESG News

KOMPAS.com - Riset terbaru dari Forests & Finance mengungkapkan bank-bank dunia telah menggelontorkan pembiayaan hampir 600 miliar dolar AS (sekitar Rp 10,78 kuadriliun) kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam deforestasi di hutan tropis dan perusakan ekosistem sejak tahun 2020.

Temuan ini mengungkap meningkatnya risiko keuangan pada industri yang berkaitan dengan hilangnya hutan, degradasi lahan, dan penurunan keanekaragaman hayati.

Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai manajemen risiko lingkungan oleh bank, di saat pemerintah bersiap menilai kemajuan komitmen konservasi global.

Melansir ESG News, Senin (19/10/2026) koalisi Forests & Finance mempublikasikan temuan ini dalam laporan tahunan mereka yang bertajuk Banking on Biodiversity Collapse.

Antara tahun 2020 dan 2025, bank-bank telah menyalurkan kredit senilai 351 miliar dolar AS (sekitar Rp6,31 kuadriliun) kepada perusahaan komoditas pertanian berisiko tinggi dan 244 miliar dolar AS (sekitar Rp4,39 kuadriliun) kepada perusahaan tambang.

"Sektor-sektor ini adalah pendorong utama deforestasi, degradasi lahan, dan konflik masyarakat di cekungan hutan tropis Amerika Selatan, Asia Tenggara, serta Afrika Tengah dan Barat," ungkap koalisi tersebut.

Baca juga: Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan

Pembiayaan yang berisiko bagi hutan terus naik

Meskipun komitmen keberlanjutan perusahaan terus diperluas, pembiayaan untuk industri yang terkait dengan perusakan hutan tropis justru meningkat secara drastis dalam dekade terakhir.

Pemberian pinjaman dan penjaminan tahunan untuk perusahaan tambang yang beroperasi di negara-negara kaya hutan tropis melonjak sebesar 55 persen antara tahun 2016 dan 2025.

Pembiayaan tersebut meningkat dari 23,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 426,1 triliun) menjadi 36,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 659,9 triliun), dengan litium dan nikel sebagai penyumbang kenaikan terbesar.

Kedua mineral tersebut merupakan bahan penting untuk kendaraan listrik, baterai, dan infrastruktur energi bersih.

Kebutuhan pendanaan yang terus meningkat ini menciptakan tantangan bagi lembaga keuangan yang ingin mendukung dekarbonisasi sekaligus melindungi keanekaragaman hayati.

Proyek pertambangan dapat menimbulkan risiko lingkungan melalui pembukaan lahan, fragmentasi habitat, dan tekanan terhadap masyarakat lokal.

Lebih lanjut, pembiayaan untuk komoditas pertanian berkembang bahkan lebih cepat.

Pembiayaan tahunan yang berisiko terhadap hutan meningkat 71 persen sejak tahun 2016, naik dari 37,9 miliar dolar AS menjadi 64,7 miliar dolar AS. Dari peningkatan tersebut, pembiayaan untuk produksi daging sapi naik lebih dari 50 persen.

Pembiayaan untuk kedelai melonjak 137 persen, sementara pinjaman bagi perusahaan bubur kertas dan kertas meningkat 157 persen. Industri-industri ini tetap menjadi sumber tekanan utama terhadap hutan tropis, terutama di wilayah di mana ekspansi pertanian beririsan dengan lemahnya penegakan hukum tata guna lahan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau