KOMPAS.com — J&T Express merilis Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 secara global.
Laporan ini berisi perkembangan perusahaan dalam operasi cerdas logistik, efisiensi energi, perlindungan hak karyawan, pengembangan talenta, tata kelola bisnis, hingga tanggung jawab sosial dalam satu tahun terakhir di seluruh jaringannya, yakni Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Singapura, China, Arab Saudi, UEA, Meksiko, Brasil, dan Mesir.
Chief Financial Officer (CFO) J&T Express Dylan Tey mengatakan, prinsip ESG sudah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan, bukan lagi sekadar konsep.
Dalam smart logistics, misalnya, perusahaan logistik global yang berdiri sejak 2015 itu telah memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan big data di seluruh rantai operasional. Hal ini berdampak pada optimalisasi rute, peningkatan efisiensi penyortiran, serta penguatan layanan last-mile
“Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Bidik Wirausaha Muda, J&T Express Luncurkan Program Preneur Goes to Campus
Dylan melanjutkan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat tata kelola ESG serta transparansi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Berikut adalah capaian kinerja ESG J&T Express 2025.
Di sisi infrastruktur, J&T Express memperluas jaringan global melalui pembangunan 14 kawasan logistik inti dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi.
Perusahaan juga memperkuat fasilitas operasional dengan penggunaan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers serta lebih dari 400 conveyor hemat energi.
Pada saat bersamaan, inisiatif green packaging juga diperluas melalui pemakaian 38,27 juta kantong transit reusable yang telah digunakan hingga 3,33 miliar kali.
Untuk transportasi rendah karbon, J&T Express terus memperluas penggunaan kendaraan yang lebih hijau dan terelektrifikasi. Di China, jumlah truk LNG telah mencapai 1.697 unit atau sekitar 30 persen dari total armada.
Baca juga: Konsisten Inovasi dan Prioritaskan Pelanggan, Volume Pengiriman J&T Express Meningkat 60 Persen
Perusahaan sudah menggunakan truk berbahan bakar 100 persen biodiesel B5 di Filipina. Di Singapura, sekitar 6 persen truk yang dioperasikan merupakan truk listrik.
Hingga akhir 2025, J&T Express juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom. Selain itu, perusahaan turut memperkuat pemanfaatan transportasi kereta api dan laut untuk mendukung efisiensi.
Dalam aspek sosial, J&T Express berfokus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara.
Komitmen itu dijalankan melalui sistem kepedulian karyawan yang berfokus pada pengembangan karier, kesehatan, dan kesejahteraan.
Di China, implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 menjadi salah satu tonggak penting. Kesepakatan yang mencakup lebih dari 290.000 pekerja itu menitikberatkan pada perlindungan upah, pengembangan karier, serta transparansi algoritma, serta memperkuat perlindungan pekerja dalam ekonomi digital.
Perusahaan juga terus memperkuat sistem pelatihan global yang terintegrasi. Sepanjang 2025, jumlah kursus di platform pelatihan digital meningkat 60 persen, sementara total jam pelatihan tumbuh hingga 2,8 kali lipat.
Baca juga: Tembus 100 Juta Paket Sehari, J&T Express Cetak Rekor Pengiriman Paket secara Global
Kemudian, lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan telah digelar secara global dengan menjangkau lebih dari 1,4 juta partisipan. Pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan budaya keselamatan dan perlindungan karyawan secara berkelanjutan.
Laporan ESG tersebut juga memuat berbagai inisiatif sosial perusahaan, terutama di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan bantuan pascabencana.
Di Chongqing, China, J&T Express untuk kali pertama memanfaatkan drone untuk mendukung pengumpulan dan distribusi jeruk di wilayah pegunungan. Teknologi ini memiliki kapasitas angkut hingga 10 ton per hari sehingga membantu menekan biaya tenaga kerja bagi petani.
Sementara di Thailand, perusahaan bekerja sama dengan Department of Agricultural Extension untuk menghadirkan layanan logistik buah segar demi mendorong distribusi hasil pertanian yang lebih efisien.
Pada situasi bencana, J&T Express juga aktif terlibat dalam penanganan di sejumlah negara. Pasca-kebakaran di Tai Po, Hong Kong, perusahaan menyalurkan donasi sebesar 10 juta dollar Hong Kong dan mendistribusikan 300 paket kebutuhan pokok ke lokasi pengungsian.
Di Indonesia, J&T Express Indonesia mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan ke wilayah terdampak banjir di Aceh sebagai bagian dari dukungan pemulihan masyarakat.
Khusus di Indonesia, komitmen sosial perusahaan tidak hanya berhenti pada bantuan kebencanaan. Sepanjang 2025, J&T Express menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui Program J&T Antar Inspirasi dan program sosial dalam rangka ulang tahun ke-10 perusahaan.
Melalui J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan kepada 10 siswa terpilih dengan nilai masing-masing Rp 100 juta. Program ini juga mencakup pelatihan bagi lebih dari 40 guru di Sulawesi Tengah serta penyaluran lebih dari 600 buku bacaan dan pelatihan manajemen perpustakaan di SDN 02 Mola Utara, Wakatobi.
Baca juga: Respons Cepat J&T Cargo Usai Banjir Sumatera, Salurkan Bantuan Senilai Rp 600 Juta ke 4 Wilayah
Sementara dalam program sosial ulang tahun ke-10, J&T Express membagikan makan gratis kepada lebih dari 26.000 penerima di 26 titik di Indonesia. Perusahaan juga mendistribusikan 1.000 paket sembako di Padang, Makassar, Surabaya, Pontianak, dan Jayapura serta melakukan revitalisasi fasilitas publik di Surabaya, Bekasi, dan Semarang.
Pada aspek tata kelola, J&T Express terus memperkuat pengawasan global melalui kombinasi kontrol terpusat di tingkat grup dan implementasi di level anak perusahaan. Kerangka ini mencakup aspek antikorupsi, persaingan sehat, kepatuhan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang sebagai dasar operasional berkelanjutan.
Selama periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior perusahaan juga telah mengikuti pelatihan anti-pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan antikorupsi dengan tingkat partisipasi 100 persen. Pada saat sama, pelatihan integritas juga menjangkau lebih dari 89.000 karyawan dengan standar kepatuhan yang diperluas ke seluruh rantai pasok.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya