Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Juli 2023, 11:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Recyclops

KOMPAS.com - Menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan penting bagi Anda yang ingin mengurangi jejak karbon dan mengecilkan jumlah plastik yang dibuang.

Ada banyak cara untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang Anda hasilkan, seperti menggunakannya kembali menjadi barang-barang yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Tetapi bagi Anda yang mencari cara lebih kreatif untuk memulai perjalanan keberlanjutan, daur ulang mungkin pilihan yang lebih tepat.

Baca juga: Bergantung Daur Ulang Saja Tak Cukup Atasi Sampah Plastik

Berikut 6 cara kreatif mendaur ulang botol plastik menjadi sesuatu yang baru:

Bekas botol krimer kopi jadi wadah rempahRecyclops.com Bekas botol krimer kopi jadi wadah rempah
1. Gunakan kembali wadah krimer kopi untuk penyimpanan makanan ringan

Mencari cara kreatif untuk mendaur ulang botol krimer kopi plastik dengan camilan kecil favorit agar mudah dituang.

Makanan ringan seperti kacang, kerupuk kecil, dan permen adalah pilihan bagus dan selain itu, Anda tidak perlu khawatir membeli wadah plastik mahal untuk penyimpanan!

Pot tanaman dari botou plastikShutterstock Pot tanaman dari botou plastik
2. Membuat pot tanaman 

Daur ulang botol plastik lama menjadi pot-pot mungil untuk koleksi tanaman Anda. Bergantung pada ukuran botol yang digunakan, Anda dapat menanam berbagai jenis tanaman kecil seperti kemangi, bunga, atau kaktus!

Baca juga: Sepatu Lari Ini Terbuat dari 90 Persen Material Daur Ulang

Ikuti langkah-langkah sederhana ini untuk memulai:

  • Gunting sepertiga bagian bawah botol 2 liter.
  • Warnai botol dengan warna putih atau warna pilihan Anda.
  • Isi botol dengan bibit tanaman dan tanah, atau dengan tanaman yang sudah tumbuh
  • Lalu siram dengan air
  • Biarkan tumbuh di bawah sinar matahari

Kebun kecilShutterstock Kebun kecil
3. Memulai kebun herbal dengan botol kosong

Jika pot tanaman kecil bukan gaya Anda, mengapa tidak mendaur ulang botol kosong 2 liter menjadi "kebun herbal".

Anda dapat mengikuti langkah-langkah ini untuk membuat kebun herbal Anda sendiri dengan enam botol kosong.

  • Lepaskan label dari botol dan bersihkan bagian dalamnya.
  • Ambil benda tajam dan buat lubang drainase di sepertiga bagian atas botol.
  • Buat lubang di sisi botol sekitar setengah jalan.
  • Bungkus selembar kertas di sekitar botol.
  • Ambil spidol dan telusuri garis potong di sekeliling botol.
  • Potong sepanjang botol di telepon.
  • Balik bagian atas botol dan masukkan selembar kain.
  • Pastikan kain bersentuhan dengan tanah.

Kebun vertikalShutterstock Kebun vertikal
4. Gunakan kembali botol soda dengan membuat tanaman vertikal

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kemenhut Optimalkan Operasi Pemadaman Karhutla di 4 Provinsi Sumatera
Kemenhut Optimalkan Operasi Pemadaman Karhutla di 4 Provinsi Sumatera
Pemerintah
Produsen Mobil Terkemuka Sembunyikan Data Emisi Hingga 33 Persen
Produsen Mobil Terkemuka Sembunyikan Data Emisi Hingga 33 Persen
Pemerintah
Krisis Iklim Bikin Ibukota Malaysia dan Kota Satelitnya Kerap Dilanda Banjir
Krisis Iklim Bikin Ibukota Malaysia dan Kota Satelitnya Kerap Dilanda Banjir
Pemerintah
TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara
TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara
Swasta
Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Pemerintah
Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Pemerintah
Pendanaan Minim, RI Masih Butuh Rp163 Triliun untuk Jaga Biodiversitas
Pendanaan Minim, RI Masih Butuh Rp163 Triliun untuk Jaga Biodiversitas
Pemerintah
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau
LSM/Figur
Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
LSM/Figur
Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
Pemerintah
Kehadiran DSI Disebut Bisa Permudah Implementasi EUDR untuk Produk Sawit
Kehadiran DSI Disebut Bisa Permudah Implementasi EUDR untuk Produk Sawit
LSM/Figur
Dari Literasi ke Aksi, Komunitas Buibu Baca Buku Gerakkan Kepedulian Iklim di 16 Provinsi
Dari Literasi ke Aksi, Komunitas Buibu Baca Buku Gerakkan Kepedulian Iklim di 16 Provinsi
LSM/Figur
Pemerintah akan Wajibkan Masyarakat Kembalikan Air Tanah ke Bumi
Pemerintah akan Wajibkan Masyarakat Kembalikan Air Tanah ke Bumi
Pemerintah
Bappenas Proyeksikan Kerugian Ekonomi akibat Krisis Iklim Capai Rp 2.005 Triliun
Bappenas Proyeksikan Kerugian Ekonomi akibat Krisis Iklim Capai Rp 2.005 Triliun
Pemerintah
PBB Minta Dunia Bersiap Hadapi Ancaman El Niño
PBB Minta Dunia Bersiap Hadapi Ancaman El Niño
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau