Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Signify Hidupkan Aek Natolu dengan Lampu Tenaga Surya Ramah Lingkungan

Kompas.com, 23 Agustus 2023, 19:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Signify pemimpin dunia di bidang pencahayaan, berkomitmen untuk memberikan dampak sosial positif melalui solusi yang mengedepankan prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran Signify lewat pemasangan lampu jalan tenaga surya di Jalan Aek Natolu, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, yang memberikan visibilitas optimal bagi pengendara sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian dan pariwisata lokal untuk jangka panjang.

Adapun Jalan Aek Natolu merupakan ruas jalan yang menghubungkan empat desa di daerah Ajibata, sekaligus salah satu akses menuju Pelabuhan Ajibata yang melayani penyeberangan feri di kawasan Danau Toba.

Baca juga: Kereta Cepat Tenaga Surya California Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

Lokasinya yang strategis membuat Jalan Aek Natolu memiliki peran krusial dalam menggerakkan roda kehidupan di Kabupaten Toba.

Country Leader Signify Indonesia Dedy Bagus Pramono mengatakan, ini menjadi contoh luar biasa dari bagaimana solusi lampu tenaga surya yang ramah lingkungan, mempergunakan energi terbarukan di area tanpa jaringan kabel listrik yang dapat menghadirkan dampak signifikan dalam mendukung mobilitas warga hingga turis di Jalan Aek Natolu. 

Selain membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, pencahayaan ini pun ikut berkontribusi menggerakkan perekonomian daerah, mulai dari kelancaran distribusi logistik seperti hasil perkebunan hingga membuka potensi pariwisata di kawasan Toba lebih luas lagi.

"Melalui solusi pencahayaan dari Signify, Jalan Aek Natolu menjadi lebih aman dan nyaman untuk dilalui, mengingat jalur tersebut melewati perbukitan dan banyak titik yang dikelilingi oleh hutan," ujar Dedy.

Adapun solusi pencahayaan yang digunakan di Jalan Aek Natolu adalah Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) tipe Philips SmartBright All-in-one. Lampu ini tidak memerlukan penarikan kabel sehingga proses instalasi dapat dilakukan dengan mudah tanpa merusak alam dan pemandangan.

Baca juga: Potensi Energi Surya Indonesia Sangat Besar, Perlu Dukungan Lebih Masif

Solusi pencahayaan ini juga menggabungkan baterai, panel surya, dan lampu menjadi satu yang menambah kepraktisan saat proses instalasi.

PJUTS tipe Philips SmartBright All-in-one terpasang hampir 200 titik di sepanjang 11 km Jalan Aek Natolu. Solusi PJUTS dari Signify mampu memberikan penerangan yang maksimal sehingga dapat meningkatkan keselamatan bagi pengendara yang melintasi Jalan Aek Natolu

Jalan Aek Natolu adalah bagian dari program pemerintah untuk mendukung Kabupaten Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional. Salah satu tantangan pembangunan jalan ini adalah instalasi listrik yang kompleks sehingga perlu menerapkan sistem off grid.

"Maka dari itu, kami memutuskan untuk memakai solusi PJUTS dari Signify yang proses instalasinya mudah dan cepat. Kami pun senang karena teknologi LED PJUTS ini mampu memberikan penerangan yang maksimal sehingga dapat meningkatkan keselamatan bagi pengendara untuk melalui jalur tersebut tanpa khawatir,” tutur Pengawas Lapangan PPK 2.6 Provinsi Sumatera Utara Kementerian PUPR Ellys Denny Loan Aruan, 

Baca juga: Spesifikasi Panel Surya Domestik Perlu Ditingkatkan

Aruan menambahkan, pemasangan PJUTS tipe Philips SmartBright All-in-one di Jalan Aek Natolu yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2022 telah mendapat respons positif dari masyarakat setempat sampai saat ini.

Adapun penyediaan produk lampu tenaga surya hemat energi dan mengurangi emisi karbon ini menjadi salah satu upaya Signify untuk mendukung visi pemerintah dalam mencapai netralitas karbon pada 2060 dalam program Green Switch.

Pada Juni 2023, Signify meluncurkan kampanye global Green Switch di Indonesia yang menawarkan cara paling sederhana bagi masyarakat, pelaku industri, dan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon, yakni dengan beralih ke pencahayaan yang hemat energi dan ramah lingkungan seperti LED, pecahayaan tenaga surya, dan LED terkoneksi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kalimantan dan Sumatera Jadi Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 25 Tahun Terakhir
Kalimantan dan Sumatera Jadi Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 25 Tahun Terakhir
LSM/Figur
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
LSM/Figur
Respons PT TPL usai Prabowo Minta Perusahaan Diaudit dan Dievaluasi
Respons PT TPL usai Prabowo Minta Perusahaan Diaudit dan Dievaluasi
Swasta
DLH DKI Siapkan 148 Truk Tertutup untuk Angkut Sampah ke RDF Rorotan
DLH DKI Siapkan 148 Truk Tertutup untuk Angkut Sampah ke RDF Rorotan
Pemerintah
Perancis Perketat Strategi Net Zero, Minyak dan Gas Siap Ditinggalkan
Perancis Perketat Strategi Net Zero, Minyak dan Gas Siap Ditinggalkan
Pemerintah
3.000 Gletser Diprediksi Hilang Setiap Tahun pada 2040
3.000 Gletser Diprediksi Hilang Setiap Tahun pada 2040
LSM/Figur
IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target
IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target
Pemerintah
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
Swasta
Gelondong Bernomor Di Banjir Sumatera
Gelondong Bernomor Di Banjir Sumatera
Pemerintah
Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya
Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya
Swasta
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Pemerintah
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
Pemerintah
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
LSM/Figur
3 Siklon Bergerak Lintasi Indonesia, Bakal Picu Cuaca Ekstrem
3 Siklon Bergerak Lintasi Indonesia, Bakal Picu Cuaca Ekstrem
Pemerintah
Hadapi Puncak Musim Hujan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Hadapi Puncak Musim Hujan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau