Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 25 Agustus 2023, 05:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SINGAPURA, KOMPAS.com - Lebih dari 1,1 juta stakeholders atau pemangku kepentingan dalam ekosistem penjual, enabler perdagangan digital, mitra logistik pihak ketiga, dan karyawan merasakan dampak dari kehadiran Lazada.

Pencapaian ini merupakan hasil dari pemberdayaan masyarakat di bidang sosio-ekonomi di enam negara Asia Tenggara yang dilakukan Lazada.

Demikian Laporan Dampak Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environment, Social, and Governance (ESG) Lazada yang bertajuk Memperkaya Kehidupan, Bangkit Lebih Kuat (Enriching Lives, Emerging Stronger) tahun 2023.

Laporan tahunan ini memberikan lebih banyak informasi mengenai perkembangan komitmen Lazada sebagai ekosistem e-commerce untuk menyebar kebaikan, berdasarkan empat pilar inti di bawah kerangka ESG yang diluncurkan tahun lalu, yaitu pemberdayaan masyarakat, tenaga kerja siap masa depan, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola yang efektif.

Baca juga: inDrive Dorong Karyawan untuk Berbagi Lewat Program Sosial

Perlu dicatat bahwa sejak peluncuran acuan inventarisasi karbon untuk menentukan sumber utama emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di seluruh operasional Lazada pada 2022, perusahaan telah mengurangi emisi GRK secara keseluruhan sebesar 10 persen, dibandingkan dengan periode pelaporan terakhir.

Chief Executive Officer Lazada Group James Dong menuturkan, selama lebih dari satu dekade, Lazada telah membantu mengakselerasi kemajuan di Asia Tenggara melalui perdagangan dan teknologi.

Dengan dirilisnya Laporan Dampak ESG kedua ini, Perusahaan ingin berbagi informasi mengenai perkembangan yang telah dicapai dan yakin bisa mendapatkan lebih banyak pencapaian bersama-sama.

“Menuju fase pertumbuhan berikutnya, kami menyadari bahwa keberlanjutan akan terus menjadi prinsip panduan kami. Pembangunan berkelanjutan bukan hanya sebuah tanggung jawab, tetapi juga peluang dan komitmen untuk masa depan," tutur James dalam rilis Kamis (24/8/2023).

Dengan bekerja sama, menurut James, para stakeholders dapat memperkaya kehidupan masyarakat dalam ekonomi digital dan membangun masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.

Baca juga: Skor Masih Medium 28,4, BTN Siapkan Metodologi Penyusunan Laporan ESG

Selain pemberdayaan masyarakat di bidang sosio-ekonomi, laporan ini juga mengulas berbagai pencapaian dan perkembangan penting dari upaya ESG perusahaan selama periode pelaporan.

Di antaranya adalah Lazada bergabung dengan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC 2022) untuk mempromosikan dan mendukung inisiatif yang bertujuan membantu transformasi digital usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Menurut James, digitalisasi sangat penting untuk meningkatkan fleksibilitas operasional dan pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis di seluruh Asia Tenggara.

Atas upaya mendukung dan memajukan komunitas lokal, Lazada Vietnam mendapatkan dua penghargaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang prestisius, yaitu Saigon Times Corporate Social Responsibility 2022 Merit Ceremony dan Corporate Social Responsibility Recognition Awards dari American Chamber of Commerce Vietnam.

Kemudian pilar tenaga kerja siap masa depan, di mana Lazada menciptakan lingkungan kerja yang beragam dan inklusif bagi karyawan yang berasal dari lebih dari 32 negara, dengan 44 persen di antaranya adalah perempuan.

Baca juga: ESG Mendorong Terciptanya Iklim Investasi yang Baik

Perusahaan juga memberikan pengalaman belajar yang komprehensif untuk semua melalui platform pembelajaran digital, GROW, menawarkan lebih dari 1.000 pelatihan untuk karyawan di semua negara.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Antara Transisi Energi dan Politik Transaksi Energi...
Antara Transisi Energi dan Politik Transaksi Energi...
Pemerintah
Dana Karbon, Harapan Suku Bahau Umaq Suling Merawat Budaya dan Perjuangkan Hutan Adat
Dana Karbon, Harapan Suku Bahau Umaq Suling Merawat Budaya dan Perjuangkan Hutan Adat
LSM/Figur
Pusat Data AI Butuh Banyak Air, Pakar Dorong Penggunaan Air Daur Ulang
Pusat Data AI Butuh Banyak Air, Pakar Dorong Penggunaan Air Daur Ulang
LSM/Figur
Morgan Stanley: Cuma 2 Persen Investor Optimis Alokasi Investasi Hijau Bakal Naik
Morgan Stanley: Cuma 2 Persen Investor Optimis Alokasi Investasi Hijau Bakal Naik
Pemerintah
Studi: 140 Juta Pekerjaan di Eropa Berpotensi Terdampak Krisis Alam
Studi: 140 Juta Pekerjaan di Eropa Berpotensi Terdampak Krisis Alam
Pemerintah
Studi Ungkap 56 Ton Partikel Mikroplastik  Hujani Gunung Everest Sepanjang Tahun
Studi Ungkap 56 Ton Partikel Mikroplastik Hujani Gunung Everest Sepanjang Tahun
Pemerintah
BRIN Kembangkan Teknologi Berbasis Karbon dan Jamur untuk Urai Limbah
BRIN Kembangkan Teknologi Berbasis Karbon dan Jamur untuk Urai Limbah
LSM/Figur
Masjid Indonesia Bidik Kontribusi 1 GW Energi Surya
Masjid Indonesia Bidik Kontribusi 1 GW Energi Surya
Pemerintah
PBB: 80 Persen Pekerja Rumah Tangga Tak Punya Perlindungan Kerja Formal
PBB: 80 Persen Pekerja Rumah Tangga Tak Punya Perlindungan Kerja Formal
Pemerintah
Kadar Gas Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi Baru pada 2025v
Kadar Gas Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi Baru pada 2025v
Pemerintah
Beras Rendah Emisi Berpeluang Masuk Pasar Ritel, Pendapatan Petani Bisa Naik
Beras Rendah Emisi Berpeluang Masuk Pasar Ritel, Pendapatan Petani Bisa Naik
LSM/Figur
Pemkot Surakarta dan Konsorsium Filantrofi Dorong Transisi Sanitasi Aman
Pemkot Surakarta dan Konsorsium Filantrofi Dorong Transisi Sanitasi Aman
Pemerintah
K-24 Grup dan Danone Indonesia Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Pascabencana di NTT
K-24 Grup dan Danone Indonesia Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Pascabencana di NTT
Swasta
Restorasi Gambut dan Pemantauan Udara Diperlukan untuk Penanganan Karhutla Jangka Panjang
Restorasi Gambut dan Pemantauan Udara Diperlukan untuk Penanganan Karhutla Jangka Panjang
LSM/Figur
PBB: Daya Serap Karbon Samudra Kian Menurun akibat Krisis Iklim
PBB: Daya Serap Karbon Samudra Kian Menurun akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau