Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Startup Filipina Bikin AGRICONNECT PH, App Berbasis AI untuk Cegah Gagal Panel

Kompas.com, 4 April 2025, 19:30 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Salah satu tantangan pertanian yang sering terjadi adalah gagal panen akibat perubahan lingkungan dan keterlambatan deteksi dari petani.

Kini, perusahaan rintisan (startup) yang didirikan mahasiswa di Filipina berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan mengembangkan AGRICONNECT PH.

Itu merupakan sebuah aplikasi seluler berbasis AI yang dirancang untuk membantu petani mendeteksi tanda-tanda awal stres pada tanaman melalui pemantauan risiko secara langsung sehingga dapat mengurangi kerugian.

Aldrin Soj Gamayon (22) mengembangkan AGRICONNECT PH mengatakan, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi sensor, petani dapat memantau kondisi di lahan mereka dan bertindak sebelum kerusakan terjadi.

Pertanian memainkan peran utama dalam perekonomian Filipina, berkontribusi sebesar 8,9 persen terhadap PDB pada tahun 2024 atau setara dengan sekitar PHP 1,78 triliun.

Baca juga: Pakar Pertanian UGM Sebut Pemanasan Global Ancam Ketahanan Pangan Indonesia

Pertanian juga mendukung sekitar 10,7 juta pekerjaan atau seperempat dari tenaga kerja negara tersebut.

Namun, para petani berjuang menghadapi berbagai tantangan yang sudah berlangsung lama dan ancaman terkait iklim yang terus berulang.

Rata-rata, Filipina mengalami 20 topan setiap tahun, dengan sekitar setengahnya menerjang daratan dan menyebabkan banjir besar serta kerusakan tanaman.

Gamayon yang merupakan Manajemen Teknologi Komunikasi tahun keempat di Universitas Ateneo de Manila pun kemudian terinspirasi membuat aplikasi setelah melihat pamannya menangani kondisi yang tidak terduga di pertanian.

"Ini membuat petani dan agribisnis lebih efisien untuk bertindak sebelum terlambat," katanya seperti dikutip Sustainability News, Jumat (4/4/2025).

Banyak petani masih mengandalkan pengamatan dan intuisi saat menangani ancaman tanaman seperti hama atau kekeringan tanah.

Gamayon mencatat bahwa meskipun metode ini memiliki kegunaan, sering kali tindakan baru dilakukan setelah kerusakan yang signifikan terjadi.

Ia memperkirakan bahwa pada saat tanda-tanda visual misalnya seperti daun menguning muncul, hanya sekitar 30 persen dari nilai tanaman biasanya dapat diselamatkan.

Sebaliknya, AGRICONNECT PH berupaya menemukan masalah lebih awal.

Sensor pintar ditempatkan secara strategis di titik-titik penting di seluruh lahan pertanian untuk melacak kondisi seperti tingkat kelembapan, aktivitas hama, dan ketersediaan air.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau