Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera

Kompas.com, 31 Agustus 2025, 14:27 WIB
Add on Google
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood Group) menyalurkan donasi pendidikan senilai lebih dari Rp 400 juta mencakup donasi pendidikan bagi santri hafidz tunanetra, siswa berprestasi, hingga anak prasejahtera melalui Program Orang Tua Asuh (POTA) Garudafood.

Bantuan untuk santri hafidz tunanetra disalurkan melalui Sekolah Relawan selaku mitra dalam bentuk beasiswa pendidikan tunai dan perlengkapan sekolah, seperti baju muslim serta sepatu.

Donasi diserahkan secara simbolis oleh Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Ade Ismail dan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Anshor, Dedi Supriyadi.

Insiatif pendidikan ini merupakan hasil partisipasi karyawan Garudafood Group, manajemen, serta perusahaan dan menegaskan komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif, bermutu dan setara. 

“Pendidikan merupakan hak semua anak, termasuk mereka yang hidup dengan keterbatasan maupun dalam kondisi prasejahtera," tegas Dian Astriana.

"Melalui dukungan nyata, karyawan Garudafood Group dan Perusahaan berupaya menciptakan ruang belajar yang setara, sehingga setiap anak memiliki kesempatan berkembang tanpa diskriminasi,” lanjutnya.

Inisiatif ini disambut positif oleh pimpinan Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Ade Ismail sebagai salah satu pihak penerima donasi pendidikan. Dia menyampaikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta membuka akses pendidikan bagi anak-anak dengan keterbatasan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Garudafood terhadap santri-santri kami khususnya penyandang tunanetra," ungkapnya.

"Dukungan ini tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga memberikan semangat baru bagi para santri untuk terus berjuang meraih cita-cita mereka,” lanjut Ade Ismail.

Sekolah Relawan yang sejak 2019 menjadi mitra Garudafood dalam berbagai program sosial, juga menegaskan arti penting kolaborasi ini.

“Dengan hadirnya dukungan dari Garudafood, harapannya para santri penerima manfaat dapat termotivasi untuk terus belajar, berprestasi, dan pada akhirnya turut berkontribusi membangun bangsa di masa depan,” kata Thea Rahmani, Director of Integrated Marketing & Programs Sekolah Relawan.

Penyaluran donasi siswa berprestasi serta donasi pendidikan kepada siswa prasejahtera dan berprestasi juga akan disampaikan dalam puncak perayaan HUT ke-35 Garudafood pada Minggu 31 Agustus 2025.

Baca juga: Pendidikan Inklusi di PAUD, Jadikan Keberagaman sebagai “Kurikulum Hidup”

Penyerahan donasi akan dilakukan langsung oleh jajaran Komisaris dan Direksi Garudafood kepada perwakilan penerima.

“Donasi siswa berprestasi dan Program Orang Tua Asuh (POTA) dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai inisiatif berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan inklusif bagi anak-anak dari berbagai latar belakang,” pungkas Dian Astriana.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau