Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara

Kompas.com, 30 Agustus 2025, 18:39 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Net-Zero Banking Alliance (NZBA), koalisi perbankan yang didukung PBB untuk memajukan target net zero global melalui aktivitas pendanaan, mengumumkan bahwa mereka menghentikan sementara kegiatannya.

Keputusan ini diambil setelah serangkaian pengunduran diri yang dilakukan oleh beberapa anggota penting.

NZBA juga mengusulkan restrukturisasi besar, termasuk menghentikan formatnya sebagai aliansi berbasis keanggotaan.

NZBA menyatakan bahwa mereka telah memulai pemungutan suara bagi anggotanya terkait usulan transisi untuk terus beroperasi sebagai inisiatif kerangka kerja baru. Hasil pemungutan suara tersebut akan diumumkan pada akhir September.

"Steering Group meyakini bahwa ini adalah model yang paling tepat untuk terus mendukung bank-bank di seluruh dunia agar tetap tangguh dan mempercepat transisi ekonomi riil sejalan dengan Persetujuan Paris. Model ini juga akan melanjutkan keterlibatan dengan industri perbankan global untuk mengembangkan panduan dan perangkat yang diperlukan guna mendukung mereka dan klien mereka," kata perwakilan NZBA, dikutip dari ESG Today, Kamis (30/8/2025).

Baca juga: Susul Bank AS, HSBC Keluar dari Aliansi Iklim Perbankan Dunia

NZBA diluncurkan pada tahun 2021. Para anggotanya berkomitmen untuk mentransisikan emisi gas rumah kaca (GRK) operasional dan yang dapat diatribusikan dari kegiatan pinjaman mereka agar sejalan dengan jalur net zero pada tahun 2050.

Mereka juga menetapkan target emisi yang dibiayai pada tahun 2030, yang awalnya berfokus pada sektor-sektor dengan emisi intensif utama.

Pada bulan April 2024, kelompok ini mengeluarkan panduan baru untuk penetapan target iklim bagi bank.

Panduan tersebut memperluas persyaratannya dengan menambahkan komitmen untuk menyelaraskan aktivitas pasar modal seperti penjaminan utang dan ekuitas dengan target net zero bank pada tahun 2050, di samping komitmen yang sebelumnya hanya berfokus pada pinjaman.

Jumlah anggota NZBA sendiri meningkat pesat dari 43 bank di tahun 2021 menjadi lebih dari 140 bank dengan nilai aset 74 triliun dolar AS pada tahun 2024.

Namun, hal ini membuat mereka berada di bawah tekanan kuat, khususnya dari politisi Partai Republik di AS. Sebagai bagian dari kampanye politik anti-ESG, para politisi ini memperingatkan lembaga keuangan termasuk bank, perusahaan asuransi, dan investor bahwa keterlibatan mereka dalam aliansi iklim berpotensi melanggar hukum.

Mereka bahkan mengancam akan melarang perusahaan-perusahaan tersebut berbisnis dengan negara bagian.

Kemudian pengunduran diri dari kelompok ini dimulai pada akhir tahun lalu.

Baca juga: Regulator Perbankan Global Kompak Atasi Risiko Iklim

Goldman Sachs mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan NZBA pada bulan Desember 2024, diikuti dengan cepat oleh semua bank besar setara Wall Street dalam beberapa minggu. Tak lama kemudian, bank-bank besar dari Kanada juga ikut mundur pada awal 2025.

Setelah keluarnya bank-bank dari Amerika Utara, para anggota NZBA pada bulan April 2025 menyetujui serangkaian perubahan signifikan pada kerangka kerja dan prinsip aliansi.

Perubahan ini termasuk penghapusan persyaratan wajib bagi bank untuk menyelaraskan kegiatan pinjaman dan pasar modal mereka dengan target pembatasan pemanasan global hingga 1.5 derajat C.

Meskipun pengunduran diri melambat setelah perubahan di bulan April, keluarnya bank-bank besar dari NZBA kembali terjadi pada musim panas ini.

Pada bulan Juli, HSBC meninggalkan grup, disusul pada bulan Agustus oleh UBS dan Barclays. Barclays menyatakan dengan keluarnya sebagian besar bank global, organisasi ini tidak lagi memiliki keanggotaan untuk mendukung transisi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Pemerintah
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Pemerintah
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
LSM/Figur
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
LSM/Figur
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
BrandzView
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
LSM/Figur
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Pemerintah
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Desa Sejahtera Astra
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Pemerintah
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Pemerintah
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
LSM/Figur
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
LSM/Figur
Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial
Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial
Pemerintah
Perusahaan Global Terancam Tagihan Karbon Sebesar Rp24.908 Triliun
Perusahaan Global Terancam Tagihan Karbon Sebesar Rp24.908 Triliun
Pemerintah
Poliester Daur Ulang Dinilai Gagal Atasi Masalah Sampah Tekstil Global
Poliester Daur Ulang Dinilai Gagal Atasi Masalah Sampah Tekstil Global
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau