KOMPAS.com – Krisis iklim mengubah pola transmisi nyamuk Aedes aegypti, yang kini mampu hidup di atas ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl).
Sebelumnya, Aedes aegypti hanya dapat berkembang biak di wilayah di bawah 1.000 mdpl.
"Tapi sekarang, kami mendapatkan laporan bahwa Aedes aegypti sudah bisa berkembang biak di daerah dengan ketinggian yang di atas 1.000 (meter) DPL," ujar Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Triwibowo Ambar Garjito.
Dalam webinar Climate Change and Its Impact on Vector Ecology, Zoonosis, and Control Strategies, Selasa (16/9/2025), Triwibowo menerangkan, perubahan suhu akibat krisis iklim memengaruhi karakteristik biologis Aedes aegypti.
Dampaknya, angka gigitannya semakin luas, kemampuan bertelurnya meningkat, serta daya tahannya terhadap kondisi ekstrem lebih kuat. Bahkan, larva Aedes aegypti juga terbukti mampu bertahan dalam lingkungan ekstrem.
Baca juga: Krisis Iklim, Eropa Berpotensi Endemik DBD dan Chikungunya
Ia menambahkan, krisis iklim juga berdampak pada ekologi penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, hingga Japanese encephalitis.
Kenaikan suhu akan mengubah aktivitas dan biting rate nyamuk, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit. Selain itu, periode inkubasi ekstrinsik vektor juga berubah, memengaruhi kemampuan nyamuk betina untuk menularkan penyakit.
"Adanya perubahan iklim ini, suhu mempengaruhi perilaku dari Aedes aegypti dan kemudian dia akan bisa menjadi penular yang lebih efisien karena adanya perubahan suhu yang meningkat di beberapa wilayah khususnya, subtropis," tutur Triwibowo.
Untuk mengatasinya, akar masalah perlu diatasi. Aksi melawan krisis iklim perlu lebih ambisius sehingga penyebaran penyakit dengan vektor nyamuk dapat ditekan.
Baca juga: Krisis Iklim, DBD Merebak, Ada 4,6 Juta Tambahan Kasus per Tahun
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya