Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Sementara itu, spesies dengan risiko rendah bisa tetap diperjualbelikan dengan sistem sertifikasi kesehatan yang ketat. Jenis hewan yang diperdagangkan pun harus didata dengan baik.
Pemerintah bersama dinas kesehatan dan kepolisian setempat, kemudian bisa melakukan sidak berkala untuk memantau jenis hewan yang diperjualbelikan.
Risiko mutasi virus dapat dikurangi secara signifikan dengan memperbaiki sanitasi di pasar tradisional.
Misalnya, pemerintah daerah bersama otoritas pasar menyediakan ventilasi yang baik, saluran pembuangan yang bersih, dan alat pelindung diri untuk pedagang.
Bila perlu, bikin aturan tegas agar konsumen wajib menggunakan masker dan sarung tangan sebelum masuk ke pasar hewan.
Hal tak kalah penting, tegakkan aturan soal pedagang wajib memerhatikan kebersihan dan kesejahteraan hewan di pasar.
Kita perlu menyiapkan teknologi terbaru untuk memantau, mencegah wabah penyakit, serta menemukan pengobatan secara lebih cepat dan tepat.
Caranya, dengan menggabungkan data biologis berskala besar (seperti gen, protein, dan cara kerja virus) lewat integrasi bioinformatika, big data, serta teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah juga perlu mempersiapkan rencana mitigasi apabila wabah muncul dari pasar hewan di Tanah Air.
Langkah penanganan harus dilakukan dengan cepat. Pemerintah daerah harus segera menutup pasar sumber wabah, melakukan sterilisasi total, hingga pelacakan kontak ke pembeli terakhir.
Sampel lingkungan dan hewan harus dikumpulkan dan dianalisis untuk mengetahui jenis patogen dan potensi penyebarannya. Sementara itu, zona sekitar pasar perlu diberlakukan lockdown mikro.
Agar masyarakat tidak panik, berikan informasi secara transparan dan lugas.
Mencegah pandemi bukan hanya tugas pemerintah atau ilmuwan. Ini tanggung jawab kolektif yang dimulai dari kesadaran bersama.
Bagaimanapun, kita tidak bisa terus-menerus berasumsi bahwa pandemi datang dari luar negeri. Karena wabah berikutnya bisa saja berasal dari pasar hewan, yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari rumah kita.
Namun, seperti halnya rumah tahan gempa yang dibangun dengan struktur yang tepat, ketahanan terhadap wabah penyakit hanya bisa dicapai jika kita sudah membangun sistem sebelum krisis datang.
Baca juga: Studi Ungkap, Perubahan Iklim Buka Jalan bagi Timbulnya Pandemi Zoonosis
* Peneliti, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga
** Professor of Bioinformatics, Indonesia International Institute for Life Sciences, Indonesia International Institute for Life Sciences
*** Assistant researcher, Center for Tropical Medicine, Universitas Gadjah Mada
**** Peneliti di Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya