Banjir di DAS Tamiang cukup sering terjadi. Berdasarkan analisis data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2003-2018, tercatat 37 peristiwa banjir di kawasan tersebut.
"Banjir di DAS Tamiang terjadi setiap tahunnya, tahun 2018 dan 2012 merupakan tahun terbanyak kasus banjir. Distribusi banjir berdasarkan bulan didapatkan, Oktober dan Desember merupakan bulan yang paling sering terjadi banjir. Sedangkan Juli dan Agustus merupakan bulan yang belum pernah terjadi banjir," tulis Cut Azizah.
Sebelumnya, banjir bandang di wilayah tersebut terjadi enam kali dengan empat di antaranya dapat diidentifikasi yaitu pada Sabtu (23/12/2006), Sabtu (20/12/2014), Minggu (9/4/2017), serta Sabtu (2/12/2017).
Cut Azizah menyampaikan, banjir tahun 2006 merupakan banjir bandang terparah yang membawa debris kayu dan pohon.
Simulasi model Hydrologic Engineering Center's Hydrologic Modeling System (HEC HMS) menunjukkan, banjir bandang di DAS Tamiang diakibatkan curah hujan 63-111 milimeter per hari yang menghasilkan debit puncak 559-1.664 meter kubik per detik.
"Waktu kedatangan banjir bandang (waktu konsentrasi) di outlet (Kota Kuala Simpang) adalah 48 jam sehingga diketahui banjir bandang pada hari kejadian diakibatkan akumulasi hujan dua hari sebelumnya," tulis Cut Azizah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya