KOMPAS.com - Sebuah studi terbaru menemukan beberapa kendaraan jauh lebih berpolusi daripada yang lain.
Menariknya, studi yang dilakukan oleh peneliti di University of York, Inggris mengungkap pula desain pipa knalpot ternyata dapat memengaruhi seberapa banyak polusi udara yang kita hirup saat berjalan di sepanjang jalan yang ramai.
Hasil itu didapatkan setelah Profesor David Carslaw, dari Universitas York, memimpin tim yang mengukur emisi knalpot dari 38.000 kendaraan di Milan, Italia dan York, Inggris.
Studi menunjukkan kendaraan diesel masih mendominasi polusi knalpot, mengeluarkan lebih banyak nitrogen oksida di jalan daripada dalam pengujian resmi.
Melansir Guardian, Jumat (9/1/2026) di Milan, kendaraan diesel bertanggung jawab atas 81 persen nitrogen oksida dari lalu lintas lokal. Mereka menghasilkan 61 persen karbon hitam dan 55 persen jumlah partikel kecil.
Namun, sangat sulit untuk mengukur polusi udara dari masing-masing mobil saat kendaraan melintas.
Baca juga: Taiwan Capai Target Penurunan Polusi Udara PM2.5 pada 2025
“Asap knalpot dari kendaraan yang lewat cenderung tumpang tindih satu sama lain dalam sebagian besar situasi lalu lintas, sehingga hampir tidak mungkin untuk menentukan kontribusi yang dibuat oleh kendaraan yang berbeda,” kata Carslaw.
Untuk mengetahui polusi masing-masing mobil, peneliti kemudian melakukan pengukuran detik demi detik tepat di sebelah trotoar dan mengembangkan pendekatan analisis data baru.
Peneliti kemudian menemukan 5 persen mobil yang paling berpolusi menghasilkan dua kali lipat nitrogen oksida dibandingkan kendaraan rata-rata.
Untuk karbon hitam dan partikel kecil, perbedaannya mencapai lebih dari tujuh kali lipat, yang mengindikasikan adanya masalah pada beberapa filter partikulat, dan terdapat juga perbedaan yang jelas di antara berbagai produsen kendaraan.
Posisi knalpot pengaruhi polusi
Kejutan utamanya adalah bahwa posisi knalpot memiliki dampak penting dan langsung terhadap konsentrasi polutan udara di dekat jalan.
Seorang pejalan kaki di trotoar terpapar polusi udara sekitar 40 persen lebih banyak udara ketika sebuah mobil dengan pipa knalpot yang dekat dengan tepian jalan melintas, dibandingkan dengan mobil yang memiliki knalpot di posisi yang lebih dekat ke tengah jalan.
Baca juga: Vitamin C Bantu Lindungi Paru-paru dari Dampak Polusi Udara
"Kami terkejut menemukan bahwa sebagian besar mobil diesel memiliki knalpot di sebelah kiri. Itu paling dekat dengan tepian jalan di Inggris di mana dampaknya terhadap konsentrasi polusi adalah yang paling maksimal. Sedangkan sebagian besar mobil bensin dan bensin hibrida memiliki knalpot di sebelah kanan," ungkap Carslaw.
Tim tersebut menemukan bahwa polusi lalu lintas di pinggir jalanan Inggris dapat dikurangi sebesar 21 persen jika semua mobil diesel memiliki pipa knalpot di posisi yang dekat dengan tengah jalan.
Peneliti juga menemukan turbulensi dari kendaraan listrik, terutama bus dan van, memberikan efek menguntungkan yang mengejutkan, yaitu membantu menguraikan polusi tanpa menyumbangkan emisi knalpot dari mereka sendiri.
Lebih lanjut, kendati kendaraan diesel masih mendominasi polusi knalpot, namun efek pemberlakuan standar emisi baru yang lebih ketat terlihat jelas.
Dulu, mesin diesel dianggap jauh lebih kotor karena menghasilkan nitrogen oksida yang sangat tinggi dibandingkan mesin bensin. Namun, teknologi terbaru telah berhasil menurunkan emisi gas tersebut hingga setara dengan mesin bensin.
Kendaraan diesel terbaru juga telah menghasilkan jauh lebih sedikit polusi partikel dibandingkan dengan model yang lebih lama.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya