Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Sinkhole di Indonesia, Pentingnya Pemetaan di Wilayah Batu Gamping

Kompas.com, 17 Januari 2026, 19:55 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.comSinkhole muncul di persawahan di Jorong Tepi, Nagar Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Diketahui, lubang runtuhan besar tersebut cenderung meluas jika dibandingkan dengan kondisi awal ditemukan.

Sehubungan dengan fenomena itu, adakah cara untuk mengantisipasi sinkhole di suatu daerah? Serta, apa yang sebaiknya dilakukan jika sudah ada sinkhole?

Baca juga:

"Kalau sudah diketahui terjadi fenomena sinkhole, berarti di situ ada lapisna batu gamping yang berongga. (Jadi), di permukaan tanah di situ ada potensi terbentuknya sinkhole maka pemerintah daerah harusnya memetakan," kata Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari kepada Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).

Sebagai informasi, sinkhole terjadi saat hujan lebat mengguyur kawasan dengan lapisan bebatuan gamping yang telah rapuh.

Sebagai penyangga, lapisan bebatuan itu sudah semakin rapuh karena air bersifat asam dari permukaan yang terserap ke tanah melarutkan unsur kimia, mineral kalsit, yang terkandung dalam batuan gamping.

Air bersifat asam, yang mengalir secara terus-menerus melalui celah rekahan, menyebabkan rongga dalam bebatuan gamping semakin membesar.

Seiring berjalannya waktu, rongga-rongga dalam lapisan bebatuan gamping menjadi saling terhubung satu sama lainnya, yang pada gilirannya membentuk air sungai di bawah permukaan tanah.

Sinkhole relatif sering terjadi di wilayah bentang alam batu gamping di Indonesia.

Wilayah dengan lapisan batu gamping cukup tebal di bawah permukaan tanah menjadi daerah rawan sinkhole, seperti Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta; Pacitan di Jawa Timur; serta Maros di Sulawesi Selatan.

Baca juga:

Deteksi dini untuk mengantisipasi sinkhole

Tanda-tanda sinkhole sulit dikenali secara kasat mata

Fenomena sinkhole atau tanah berlubang mengejutkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, pada Minggu (4/1/2026).  Air jernih dari sinkhole di Limapuluh Kota yang sempat diambil warga dipastikan mengandung bakteri E. coli berdasarkan hasil pemeriksaan pemerintah.Dok BPBD Fenomena sinkhole atau tanah berlubang mengejutkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, pada Minggu (4/1/2026). Air jernih dari sinkhole di Limapuluh Kota yang sempat diambil warga dipastikan mengandung bakteri E. coli berdasarkan hasil pemeriksaan pemerintah.

Menurut Adrin, sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculan menjadi tantangan terberat dalam mitigasi sinkhole.

Proses terbentuknya rongga-rongga dalam lapisan bebatuan gamping berlangsung lama dan terjadi di bawah permukaan tanah, yang menyulitkannya untuk dikenali secara kasat mata.

Keberadaan rongga-rongga dalam lapisan bantuan gamping bisa diidentifikasi melalui survei geofisika.

Untuk memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga dalam lapisan batuan gamping, dapat dilakukan dengan metode yang memberikan gambaran citra kondisi di bawah permukaan tanah. Misalnya, metode gayaberat, georadar, dan geolistrik.

Identifikasi keberadaan rongga-rongga dalam lapisan batuan gamping bisa mengantisipasi potensi dan dampak sinkhole lebih dini.

Kawasan permukiman di atas lapisan batuan gamping mempunyai risiko lebih tinggi mengalami sinkhole.

Baca juga:

Hati-hati kalau aliran air di permukaan hilang tiba-tiba

Hilangnya aliran air di permukaan secara tiba-tiba menjadi salah satu pertanda yang perlu diwaspadai.

Kalau aliran air mendadak menghilang, kemungkinan sudah mengisi rongga-rongga lapisan batuan gamping di bawah tanah.

Dengan demikian, dalam kondisi tersebut, kata Adrin, perlu segera diinvestigasi lantaran berisiko terjadi sinkhole.

"Kalau (sudah terjadi sinkhole dan lokasinya berada) masih di daerah permukiman, ya harus dipetakan. Kira-kira ada di mana lagi rongga-rongga di lapisan batu gamping yang akan bisa menimbulkan ancaman sinkhole. Harus disurvei, diteliti, dipetakan sebaran rongga-rongga di lapisan batu gamping itu, sebarapa luas, seberapa besar itu, volume rongganya," jelas Adrin.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
UNIDO Sebut Kawasan Industri Jadi Kunci Hilirisasi dan Transisi Hijau Indonesia
UNIDO Sebut Kawasan Industri Jadi Kunci Hilirisasi dan Transisi Hijau Indonesia
Pemerintah
Ratusan Sinkhole Muncul di Turkiye, Apa Penyebabnya?
Ratusan Sinkhole Muncul di Turkiye, Apa Penyebabnya?
Pemerintah
Waspada Sinkhole di Indonesia, Pentingnya Pemetaan di Wilayah Batu Gamping
Waspada Sinkhole di Indonesia, Pentingnya Pemetaan di Wilayah Batu Gamping
Pemerintah
Kerusakan Laut akibat Emisi Karbon Bikin Ekonomi Global Rugi Hampir 2 Kali Lipat
Kerusakan Laut akibat Emisi Karbon Bikin Ekonomi Global Rugi Hampir 2 Kali Lipat
LSM/Figur
Jangan Tertipu Air Sinkhole yang Jernih, BRIN Ingatkan Bahaya Bakteri
Jangan Tertipu Air Sinkhole yang Jernih, BRIN Ingatkan Bahaya Bakteri
Pemerintah
Emisi Karbon Lamun di Jawa dan Sumatera Paling Besar, Ini Temuan BRIN
Emisi Karbon Lamun di Jawa dan Sumatera Paling Besar, Ini Temuan BRIN
Pemerintah
PLN Gunakan VR untuk Jelajah Perkembangan EBT di Jawa Timur
PLN Gunakan VR untuk Jelajah Perkembangan EBT di Jawa Timur
Pemerintah
Fenomena Sinkhole di Indonesia dan Cuaca Ekstrem
Fenomena Sinkhole di Indonesia dan Cuaca Ekstrem
Pemerintah
Google Beli 1,17 GW Energi Bebas Karbon demi Pusat Data Rendah Emisi
Google Beli 1,17 GW Energi Bebas Karbon demi Pusat Data Rendah Emisi
Swasta
Ilmuwan Simpan Es Gletser Kuno di Antartika, Jadi Arsip Es Pertama di Dunia
Ilmuwan Simpan Es Gletser Kuno di Antartika, Jadi Arsip Es Pertama di Dunia
LSM/Figur
Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay
Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay
Swasta
Pakar Jelaskan Pengaruh MJO dan Topografi pada Pola Hujan Indonesia
Pakar Jelaskan Pengaruh MJO dan Topografi pada Pola Hujan Indonesia
LSM/Figur
Pemanasan Global Terjadi Lebih Cepat, Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Dunia
Pemanasan Global Terjadi Lebih Cepat, Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Dunia
LSM/Figur
Perjanjian Laut Lepas PBB Mulai Berlaku, Upaya Besar Lindungi Samudera
Perjanjian Laut Lepas PBB Mulai Berlaku, Upaya Besar Lindungi Samudera
Pemerintah
Bahan Bakar Bersih Terancam Tertinggal Tanpa Lonjakan Investasi Global
Bahan Bakar Bersih Terancam Tertinggal Tanpa Lonjakan Investasi Global
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau