Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS dan Venezuela, Ekstraksi Minyak Ekstensif Tingkatkan Emisi Metana

Kompas.com, 19 Januari 2026, 22:35 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Rencana Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan ekstraksi minyak di Venezuela secara signifikan dapat meningkatkan jejak karbon industri bahan bakar fosil nasional lebih dari tiga kali lipat, menurut analisis Global Witness. 

"Industri minyak Venezuela termasuk yang paling berpolusi dan kurang terawat di dunia," kata Kepala Investigasi Bahan Bakar Fosil Global Witness, Patrick Galey, dilansir dari Edie, Senin (19/1/2026).

Baca juga: 

"Infrastrukturnya rusak parah dan bocor, tingkat pelepasan gas serta pembakarannya sangat tinggi. Kemungkinan besar Amerika Serikat juga tidak akan mencoba menangani masalah pembakaran gas di Venezuela tersebut," imbuh dia. 

AS dan Venezuela, ekstraksi minyak tingkatkan emisi metana

Minyak mentah Venezuela lebih intensif metana

Produksi minyak Venezuela yang dipacu AS dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan metana enam kali lebih intensif dari rata-rata global.Freepik Produksi minyak Venezuela yang dipacu AS dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan metana enam kali lebih intensif dari rata-rata global.

Produksi minyak di Venezuela saat ini mencapai sekitar 910.000 barel per hari. Angka tersebut bisa menghasilkan sekitar 221 juta ton emisi gas rumah kaca setiap tahunnya.

Global Witness menghitung, peningkatan produksi menjadi tiga juta barel per hari akan mengakibatkan angka emisi meningkat menjadi 979 juta ton emisi.

Rinciannya, ada 729 juta ton dari penggunaan bahan bakar dan 250 juta ton dari pelepasan dan pembakaran gas buang.

Global Witness menekankan bahwa bahkan peningkatan produksi minyak yang lebih kecil pun akan berdampak signifikan terhadap metana.

Analisis dari peneliti di Global Witness ini menemukan bahwa Venezuela memiliki kekurangan dalam ketersediaan infrastruktur untuk menangani metana yang berasal dari kebocoran dan pembakaran gas.

Adapun metana adalah gas rumah kaca yang cukup kuat. Pelepasan metana tambahan dalam skala besar dapat secara signifikan memengaruhi lintasan pemanasan global pada masa depan.

Metana dianggap 80 kali lebih kuat daripada karbon dioksida (CO2). Tidak hanya itu, metana bisa bertahan sekitar 12 tahun di atmosfer, dibandingkan dengan karbon dioksida yang bisa bertahan selama berabad-abad.

International Energy Agency (Badan Energi Internasional) juga memperkirakan bahwa minyak mentah Venezuela sudah enam kali lebih intensif metana dibanding rata-rata global.

Baca juga: 

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dirinya membuka kemungkinan untuk mengenakan tarif impor kepada negara-negara yang tidak mendukung rencana AS menguasai Greenland.AFP/SAUL LOEB Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dirinya membuka kemungkinan untuk mengenakan tarif impor kepada negara-negara yang tidak mendukung rencana AS menguasai Greenland.

Sebelumnya, pada awal Januari 2026, Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk mengadilinya atas tuduhan pelanggaran perdagangan narkoba.

Banyak pihak berpendapat bahwa hal ini hanyalah kedok bagi keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengendalikan Venezuela, guna memanfaatkan cadangan minyaknya yang sangat besar.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
LSM/Figur
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau