Pemerintah Federal Amerika Serikat telah menarik kembali pernyataan sebelumnya mengenai keinginan untuk mengawasi pemerintah nasional Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan.
Namun, mereka tetap melanjutkan penjualan minyak Venezuela. Pemerintah Federal mengklaim, Jumat (16/1/2026), bahwa mereka telah mengirimkan dana penjualan tersebut ke Qatar.
Baca juga:
Terlepas dari kesepakatan-kesepakatan awal ini, minat yang lebih luas untuk menambah minyak dari Venezuela dinilai masih rendah saat ini.
Dalam sebuah diskusi industri yang dihadiri oleh perusahaan-perusahaan migas besar seperti Exxon, ConocoPhillips, Eni, dan Repsol, rencana Trump mendapatkan respons yang hambar.
Para pengamat industri energi menekankan fakta bahwa minyak Venezuela umumnya berkualitas rendah.
Densitasnya alias massa jenis yang tinggi dan kandungan belerangnya yang tinggi membuat biaya ekstraksi dan penyulingannya dinilai menjadi sangat mahal.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya