Dilansir dari Reuters, langkah EPA ini merupakan pencabutan kebijakan krisis iklim paling menyeluruh yang pernah dilakukan Trump untuk melonggarkan pengembangan bahan bakar fosil.
EPA mengklaim, pencabutan dan penghapusan standar emisi kendaraan akan menghemat 1,3 triliun dollar AS atau sekitar Rp 22 kuadriliun.
Di sisi lain, organisasi lingkungan menyebut, pelarangan peraturan kendaraan listrik California, akan meningkatkan harga bensin hingga sembilan persen selama dekade berikutnya.
Pelarangan tersebut juga menambah lebih dari tiga miliar dollar AS atau sekitar Rp 50 triliun per tahun untuk biaya bahan bakar bagi pengemudi di AS pada tahun 2035.
Pada tahun 2024, pemerintahan mantan Presiden Joe Biden mengatakan bahwa peraturan tersebut akan memberikan manfaat bersih bagi konsumen melalui biaya bahan bakar yang lebih rendah dan penghematan lainnya.
EPA di bawah pemerintahan Biden mengatakan bahwa konsumen diperkirakan akan menghemat rata-rata 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 101 juta selama masa pakai kendaraan baru dari pengurangan biaya bahan bakar dan perawatan.
AS mengadopsi temuan ilmiah itu pada 2009 sebagai landasan pembentukan Undang-Undang Udara Bersih untuk mengekang emisi karbon dioksida, metana, serta empat polutan udara penangkap panas lainnya dari kendaraan, pembangkit listrik, dan industri lainnya.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya