Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Prediksi Hujan Masih Terjadi Sepekan, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Kompas.com, 21 Februari 2026, 15:43 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan intensitas ringan hingga lebat bakal melanda sejumlah daerah hingga 26 Februari 2026.

Wilayah yang perlu waspada antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jakarta, dan Jawa Barat.

Kemudian, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, serta Papua Selatan.

"Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi," ungkap Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: 1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun

Dia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem sepekan ke depan dipengaruhi kondisi La Nina lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan terutama di Indonesia bagian timur.

Selain itu, fenomena madden julian oscillation (MJO) diprediksi akan terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Andri menyebut, aktivitas MJO masih berada pada fase indian ocean, yang dapat membentuk awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Selanjutnya, kombinasi antara MJO, gelombang kelvin, dan gelombang rossby ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Bengkulu, Sumatera Selatan, Samudra Hindia Barat Bengkulu," tutur dia.

Hujan lebat di beberapa wilayah ini turut dipicu monsun Asia yang diperkirakan aktif, lalu memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju Indonesia. BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten dan Kalimantan Barat.

Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah.

Hujan Ekstrem

Fenomena regional dan lokal itu sempat menyebabkan hujan intensitas lebat hinga ekstrem pada 17-19 Februari 2026. Andri menyatakan, puncak curah hujan harian pada periode ini tercatat pada kategori ekstrem yakni di Sumatera Barat (176.3 mm/hari), Aceh (130.9 mm/hari), Bengkulu (129.6 mm/hari), Bali (108.5 mm/hari), dan Kalimantan Barat (90.1 mm/hari).

"Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh perubahan cepat dalam dinamika atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan yang lebih intens di beberapa daerah," jelas Andri.

"Berdasarkan analisis terbaru, fenomena ini dipicu oleh penguatan monsun Asia yang membawa angin baratan yang kuat, mempercepat terbentuknya awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia," imbuh dia.

Baca juga: 60 Persen Peluang La Nina Bergeser ke El Nino pada 2026, Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG lantas mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

"Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata," beber dia.

Anda dapat memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau