KOMPAS.com - Hutan tropis membantu menghasilkan hujan dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya, menurut para peneliti. Hal ini memperkuat alasan mengapa hutan harus dilindungi di tengah krisis air dan iklim yang meningkat.
Studi baru dari University of Leeds, Inggris, berhasil menghitung nilai ekonomi dari salah satu manfaat hutan yang paling jarang disadari yaitu sebagai sumber hujan bagi daerah sekitarnya.
Baca juga:
Peneliti menemukan bahwa setiap satu hektar hutan menghasilkan 2,4 juta liter hujan setiap tahun, dilansir dari Phys.org, Rabu (18/2/2026).
Adapun studi tersebut berjudul Quantifying tropical forest rainfall generation dan dipublikasikan di jurnal Communications Earth & Environment.
Hutan tropis membantu menghasilkan hujan dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya, menurut para peneliti. Untuk mengukur curah hujan hutan, peneliti menggabungkan pengamatan satelit dengan simulasi model iklim terbaru untuk memastikan seberapa besar sebenarnya hujan yang dihasilkan oleh hutan.
Setelah mendapatkan angka yang akurat, mereka kemudian menghitung nilai ekonominya untuk memperkirakan seberapa berharga air hujan tersebut bagi masyarakat dan perekonomian.
Kesimpulannya, peneliti menghitung bahwa hujan yang dihasilkan oleh hutan Amazon di Brasil bernilai sekitar 20 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 337.97 triliun) per tahun bagi pertanian di wilayah tersebut.
Sementara itu, dana bantuan yang ada saat ini untuk melindungi atau memulihkan Amazon jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai manfaat tersebut.
Hutan tropis menjaga ketersediaan hujan di tingkat wilayah dan benua, yang menjadi kunci bagi pertanian, pasokan air, dan pembangkit listrik.
Hal ini terjadi melalui proses evapotranspirasi yaitu saat energi matahari membantu menguapkan air dari daun-daun pohon ke atmosfer.
Studi pun memperkirakan bahwa di seluruh daerah tropis, setiap satu meter persegi hutan menghasilkan sekitar 240 liter hujan per tahun bahkan mencapai 300 liter di wilayah Amazon.
"Ini adalah bukti paling lengkap dan kuat hingga saat ini mengenai nilai dari air hujan yang dihasilkan oleh hutan tropis," kata penulis utama studi ini, Dr. Jess Baker, dari Fakultas Bumi, Lingkungan, dan Keberlanjutan di University of Leeds.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya