“Di dalam tangki minyak bumi, lebih sedikit zooplankton yang mengonsumsi alga berarti lebih banyak alga yang tersisa dalam sistem, yang menyebabkan ledakan alga,” paparnya lagi.
Temuan ini menunjukkan bahwa mikroplastik dapat mendorong kondisi lingkungan menuju pertumbuhan alga yang berlebihan dan, secara keseluruhan, menunjukkan bahwa mikroplastik terutama plastik yang berasal dari minyak bumi dapat mengganggu struktur dan fungsi komunitas mikroba.
Selain itu, temuan menunjukkan bahwa beralih dari plastik yang berasal dari minyak bumi dapat membatasi beberapa efek ekologis yang paling merusak di lingkungan perairan.
Eksperimen ini adalah titik awal, bukan akhir dari segalanya. Tim tersebut kini tengah menguji jenis-jenis plastik biodegradable lainnya, termasuk konsep 'plastik hidup' yang mengandung spora bakteri yang dirancang untuk membantu mengurai bahan tersebut di akhir masa pakainya.
Jika temuan ini terbukti konsisten pada lebih banyak jenis bahan dan kondisi dunia nyata, hal ini menunjukkan bahwa ledakan alga yang berbahaya mungkin memiliki pemicu yang beragam bukan hanya satu penyebab saja.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya