Penulis
KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan spesies tokek baru di kawasan cagar alam Kamboja, tepatnya di Taman Nasional Kirirom. Spesies baru tersebut diberi nama Cyrtodactylus kiriromensis.
Tokek ini termasuk kelompok tokek berjari bengkok. Sebelumnya kelompok ini dianggap hanya satu spesies yang tersebar luas, tapi penelitian lanjutan membuktikan bahwa kelompok tersebut terdiri dari beberapa spesies berbeda.
Baca juga:
Adapun setiap spesies hidup di lokasi yang sangat spesifik di Pegunungan Cardamom.
Temuan ini disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja dan Wild Earth Allies, serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa.
Ilustrasi Koh Ker di Kamboja yang masuk daftar warisan dunia UNESCO. Spesies tokek baru Cyrtodactylus kiriromensis ditemukan di Taman Nasional Kirirom, Kamboja.
Spesies tokek baru ini ditemukan pada malam hari. Habitatnya berada di hutan semi-evergreen, biasanya di batang pohon, pangkal pohon, bebatuan besar dekat aliran sungai, dan di sepanjang jalan setapak hutan.
Nama kiriromensis diambil dari lokasi penemuan yaitu di Taman Nasional Kirirom di Provinsi Kampong Speu.
Taman nasional ini memiliki ciri khas hutan pinus, hutan semi-evergreen, hutan evergreen, dan rumpun bambu. Tempat ini juga menjadi tempat wisata populer di Kamboja.
Baca juga:
"Penemuan spesies keanekaragaman hayati baru dengan jelas menegaskan pentingnya tutupan hijau di dalam kawasan lindung, yang memiliki signifikansi tak ternilai bagi manusia dan alam," kata Atitya, dilansir dari Antara, Kamis (26/2/2026).
Atitya menambahkan, kawasan lindung memiliki peran fundamental dalam pelestarian sumber daya alam, sekaligus memastikan keberlanjutan bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.
Sementara itu, manajer konservasi Kamboja dari Wild Earth Allies, Neang Thy menyampaikan, belum semua keanekaragaman hayati Kamboja terdokumentasi secara penuh.
"Bahkan di kawasan lindung yang sudah terkenal seperti Taman Nasional Kirirom, masih ada spesies yang menunggu untuk diidentifikasi. Penelitian lapangan yang berkelanjutan sangat penting untuk memahami dan melindungi satwa liar unik negara ini," kata Thy.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya