Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melacak Perdagangan Satwa Liar di Era Pasar Online

Kompas.com, 27 Februari 2026, 13:25 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

Analisis dari semua iklan tersebut menunjukkan bahwa meskipun produk kulit kecil ini dikirim dari 65 negara, ternyata 93 persennya berasal dari hanya 10 negara. Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sendiri menyumbang lebih dari tiga perempat pasar barang mewah ini.

Data serupa dari eBay terkait pajangan hiu dan pari mengungkapkan bahwa, meskipun situs tersebut sudah melarang penjualan spesies yang terancam punah, produk turunannya seperti rahang atau gigi ternyata masih dijual secara luas.

Pajangan hiu macan menyumbang 20 persen dari total iklan, dengan harga jual mencapai sekitar Rp48 juta. Lebih dari 85 persen iklan ini berasal dari penjual di Amerika Serikat.

Ini menunjukkan adanya jalur perdagangan langsung dari kapal nelayan komersial di laut dalam, yang barangnya berakhir menjadi barang mewah di pasar Amerika.

Baca juga: Satwa Liar Terjepit Deforestasi, Perburuan, dan Perdagangan Ilegal

Melumpuhkan Pasar Satwa Liar

Penelitian ini juga dapat digunakan untuk menentukan cara paling efektif dalam melumpuhkan pasar ilegal tersebut. Misalnya, para peneliti menemukan bahwa memburu penjual utama memang efektif, tetapi menargetkan jenis produk tertentu contohnya jam tangan aligator ternyata jauh lebih efektif untuk merusak pasar kulit reptil secara keseluruhan, dan cara ini jauh lebih mudah diterapkan dalam skala yang luas.

Para penulis menegaskan bahwa sistem ini hanyalah langkah awal, bukan solusi akhir yang sempurna. Alur kerjanya dirancang agar fleksibel, sehingga peneliti di masa depan bisa dengan mudah menambahkan teknologi pendeteksi yang lebih canggih, alat analisis foto, atau sumber data baru.

Dengan membuka akses kodenya untuk siapa saja, mereka berharap bisa mendorong kerja sama yang lebih luas dari berbagai pihak.

Seiring dengan semakin banyaknya perdagangan satwa liar yang berpindah ke internet, memahami jejak digitalnya menjadi jauh lebih penting.

Alat pengumpulan data yang mampu menangani skala besar seperti ini menawarkan cara untuk mengubah iklan online yang tadinya berantakan menjadi informasi yang bisa langsung ditindaklanjuti. Ini adalah langkah krusial untuk menghentikan perdagangan satwa liar ilegal di era digital saat ini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau