Analisis dari semua iklan tersebut menunjukkan bahwa meskipun produk kulit kecil ini dikirim dari 65 negara, ternyata 93 persennya berasal dari hanya 10 negara. Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sendiri menyumbang lebih dari tiga perempat pasar barang mewah ini.
Data serupa dari eBay terkait pajangan hiu dan pari mengungkapkan bahwa, meskipun situs tersebut sudah melarang penjualan spesies yang terancam punah, produk turunannya seperti rahang atau gigi ternyata masih dijual secara luas.
Pajangan hiu macan menyumbang 20 persen dari total iklan, dengan harga jual mencapai sekitar Rp48 juta. Lebih dari 85 persen iklan ini berasal dari penjual di Amerika Serikat.
Ini menunjukkan adanya jalur perdagangan langsung dari kapal nelayan komersial di laut dalam, yang barangnya berakhir menjadi barang mewah di pasar Amerika.
Baca juga: Satwa Liar Terjepit Deforestasi, Perburuan, dan Perdagangan Ilegal
Penelitian ini juga dapat digunakan untuk menentukan cara paling efektif dalam melumpuhkan pasar ilegal tersebut. Misalnya, para peneliti menemukan bahwa memburu penjual utama memang efektif, tetapi menargetkan jenis produk tertentu contohnya jam tangan aligator ternyata jauh lebih efektif untuk merusak pasar kulit reptil secara keseluruhan, dan cara ini jauh lebih mudah diterapkan dalam skala yang luas.
Para penulis menegaskan bahwa sistem ini hanyalah langkah awal, bukan solusi akhir yang sempurna. Alur kerjanya dirancang agar fleksibel, sehingga peneliti di masa depan bisa dengan mudah menambahkan teknologi pendeteksi yang lebih canggih, alat analisis foto, atau sumber data baru.
Dengan membuka akses kodenya untuk siapa saja, mereka berharap bisa mendorong kerja sama yang lebih luas dari berbagai pihak.
Seiring dengan semakin banyaknya perdagangan satwa liar yang berpindah ke internet, memahami jejak digitalnya menjadi jauh lebih penting.
Alat pengumpulan data yang mampu menangani skala besar seperti ini menawarkan cara untuk mengubah iklan online yang tadinya berantakan menjadi informasi yang bisa langsung ditindaklanjuti. Ini adalah langkah krusial untuk menghentikan perdagangan satwa liar ilegal di era digital saat ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya