Sebenarnya, dampak negatif dari keterlibatan orangtua secara berlebihan dalam kehidupan anak-anak telah terdokumentasi dengan baik.
Studi menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan tekanan psikologis, narsisme, penyesuaian diri yang buruk, penggunaan alkohol dan narkoba, serta sejumlah masalah perilaku lainnya pada remaja usia 18-25 tahun.
Orangtua menginginkan anak-anak mereka sempurna, sukses, dan memiliki prestasi positif. Studi dari Texas State University dan University of Nebraska mengungkapkan, orangtua perfeksionis kemungkinan melihat keberhasilan anak-anak mereka sebagai cerminan diri mereka sendiri.
Imbasnya, orangtua kemungkinan melakukan pengasuhan berlebihan dalam upaya mencapai hasil yang "sempurna".
"Saya tidak mengatakan mereka tidak peduli dengan anak-anak mereka; tentu saja mereka peduli. Namun, mereka mengukur harga diri mereka berdasarkan keberhasilan anak-anak mereka. Itulah tolok ukur yang mereka gunakan untuk mengukur keberhasilan mereka sendiri sebagai orang tua," ujar salah satu peneliti studi itu, Chris Segrin.
Kendati didasarkan pada kasih sayang dan niat baik, tren "career co-piloting" dapat merusak otonomi, kepercayaan diri, dan kemampuan anak mengatasi masalah khas Gen Z.
Baca juga:
Seorang penasihat bagi para pemimpin sumber daya manusia (SDM), Tim Elmore, menyarankan para manajer perekrutan untuk berbicara dengan orangtua dari pekerja Gen Z ketika mereka terlalu terlibat.
Semestinya, pekerja Gen Z diberikan waktu yang memungkinkan untuk mereka berkembang dan meningkatkan peluang kerja.
Ia mengusulkan para manajer perekrutan bersama kandidat pekerja Gen Z membahas secara pribadi tentang keterlibatan orangtua mereka dapat menghambat peluang mereka mendapatkan pekerjaan.
Ia berpesan kepada para manajer perekrutan untuk memperhatikan bagaimana kandidat pekerjaan tersebut merespons.
"Jika mereka menunjukkan sedikit rasa malu, kemungkinan besar mereka memahami dilema tersebut. Jika mereka berkomunikasi dalam bentuk apa pun bahwa mereka ingin orangtua mereka terlibat pada tahap ini, segera jauhkan mereka," ujar Elmore, dilansir dari Hcamag.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya