Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi

Kompas.com, 9 Maret 2026, 19:15 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

“Tantangan pasti ada. Kadang masih ada anggapan bahwa pekerjaan ini lebih cocok untuk laki-laki,” ujarnya.

Meski demikian, Wanda tidak melihat hal tersebut sebagai hambatan. Sebaliknya, ia menjadikannya sebagai motivasi untuk belajar dan membuktikan kemampuan.

“Justru itu jadi motivasi buat saya untuk menunjukkan bahwa kemampuan tidak dilihat dari gender,” katanya.

Pengalaman tersebut juga mengajarkannya untuk lebih percaya diri sebagai perempuan di dunia kerja.

Ia berharap, perempuan tidak membatasi diri sebelum mencoba sesuatu yang mereka minati.

Baca juga: Aksi Cepat Starbucks Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

“Kalau punya mimpi atau tujuan, jangan terlalu banyak ragu. Coba dulu dan lakukan saja.

Kadang kita merasa tidak cukup baik, padahal sebenarnya kita mampu,” ujar Wanda.

Di Starbucks Indonesia, ia merasa memiliki ruang untuk berkembang. Setiap partner mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan, coaching, dan mentoring untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Jika ingin mengikuti kompetisi atau mengembangkan keterampilan tertentu, perusahaan juga menyediakan dukungan berupa training plan dan mentor.

Menurut Wanda, dukungan tersebut membuat para partner tidak merasa berjalan sendirian dalam perjalanan karier mereka.

“Mau perempuan atau laki-laki, semua saling mendukung. Jadi, kami tidak bergerak sendiri,” ujarnya.

Selain mengasah kemampuan teknis, ia juga belajar banyak hal dari interaksi sehari-hari dengan pelanggan maupun rekan kerja.

Baca juga: Starbucks Bantu Renovasi Sarana Pendidikan yang Terdampak Bencana Banjir Bali

Bagi Wanda, bekerja di industri hospitality mengajarkannya untuk lebih peka terhadap orang lain. Di tengah rutinitas yang padat, pengalaman-pengalaman kecil seperti itulah yang membuat pekerjaan terasa lebih bermakna.

“Kami belajar memahami pelanggan dan juga teman kerja. Kadang kita harus peka melihat kondisi orang lain,” kata Wanda.

Memberi dampak lewat aksi sosial

Jika Wanda menemukan kebahagiaan dalam seni meracik kopi, Larasati Sabila justru menemukan makna lain dari pekerjaannya melalui kegiatan sosial.

Sabila memulai kariernya di Starbucks pada 2016 setelah mendapat informasi lowongan dari seorang teman. Saat itu, ia bergabung sebagai barista di gerai Starbucks Senayan City, Jakarta.

Seiring waktu, ia semakin memahami bahwa pekerjaan di Starbucks tidak hanya tentang meracik kopi dan melayani pelanggan. Perusahaan juga mendorong para partner untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat.

Larasati Sabila aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial bersama komunitas. Baginya, pekerjaan di dunia kopi juga menjadi ruang untuk memberi dampak bagi masyarakat. Dok. Starbucks Indonesia Larasati Sabila aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial bersama komunitas. Baginya, pekerjaan di dunia kopi juga menjadi ruang untuk memberi dampak bagi masyarakat.

Ketertarikan Sabila pada kegiatan sosial mulai tumbuh ketika ia mengikuti program bersama komunitas di Pademangan Barat, Jakarta.

Baca juga: Starbucks Catat Rekor MURI dan Rayakan Bulan Kopi Internasional dengan Kompetisi Latte Art

Dalam program tersebut, ia dan sejumlah partner Starbucks datang secara rutin untuk bermain dan belajar bersama anak-anak di lingkungan tersebut.

“Kami datang setiap bulan untuk berinteraksi dengan mereka,” kata Sabila.

Kegiatan yang dilakukan sebenarnya sederhana, yakni mengajar, bermain, atau sekadar berbincang bersama anak-anak.

Namun bagi Sabila, pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam. Awalnya banyak anak yang terlihat pemalu ketika bertemu dengan para relawan. Namun seiring waktu berjalan, mereka mulai lebih terbuka dan percaya diri.

“Melihat perubahan kecil seperti itu rasanya sangat menyentuh,” tutur Sabila.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau