Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi

Kompas.com, 9 Maret 2026, 19:15 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

Pengalaman tersebut membuat Sabila semakin aktif terlibat dalam berbagai program sosial perusahaan. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika ia terlibat dalam program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) bagi siswa SMAN 81 Jakarta.

Dalam program itu, para siswa diminta mengembangkan proyek bisnis sederhana. Sabila dan tim Starbucks hadir sebagai mentor untuk membantu mereka memahami dasar-dasar membangun usaha.

Baca juga: 300 Gerai Starbucks Indonesia Gelar Kelas Latte Art Serentak, Catat Rekor MURI

“Kami berdiskusi tentang bagaimana menjalankan bisnis, mulai dari ide, pemasaran, sampai kerja tim,” katanya.

Bagi Sabila, kegiatan tersebut memberikan perspektif baru tentang pekerjaan dan kehidupan. Ia merasa, melalui kegiatan sosial, pekerjaan tidak hanya berhenti pada rutinitas operasional di gerai. Ada kesempatan untuk memberikan dampak nyata bagi orang lain.

“Di Starbucks ada nilai untuk memberi lebih dari yang kita ambil. Itu yang membuat saya merasa pekerjaan ini punya makna lebih,” imbuhnya.

Sebagai perempuan serta pemimpin di gerai, ia percaya empati dan kepedulian adalah kekuatan yang dimiliki banyak perempuan dan dapat memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar.

“Perempuan sering punya kepekaan terhadap orang lain. Kalau itu (empati dan kepedulian) digunakan untuk membantu komunitas atau orang di sekitar kita, dampaknya bisa sangat luas,” kata Sabila.

Oleh karena itu, ia berharap, semakin banyak perempuan berani terlibat dalam kegiatan sosial dan berkontribusi di masyarakat, sekecil apapun langkah yang mereka lakukan.

Baca juga: Starbucks Ajak Pelanggan Nikmati Pengalaman Penuh Kesan di Tokyo lewat Kampanye More Than Worth

“Kadang hal kecil yang kita lakukan bisa berarti besar bagi orang lain,” ujarnya.

Ruang tumbuh yang terbuka dan terukur

Kisah ketiganya memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada narasi individual. Ia tecermin dalam struktur organisasi dan budaya kerja.

Data internal PT Sari Coffee Indonesia (PT SCI), pemegang lisensi Starbucks di Indonesia, menunjukkan komposisi karyawan yang relatif seimbang. Dari total staf, 47 persen merupakan perempuan dan 53 persen laki-laki.

Di level manajerial dan ke atas, perempuan menempati 43 persen posisi. Sementara di jajaran Business Leader Team, perempuan mengisi 27 persen posisi.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan hadir di berbagai jenjang organisasi, termasuk di level kepemimpinan.

Public Relations Communications & CSR Division Manager PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia) Kiki Rizki menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki program khusus pengembangan perempuan secara terpisah.

Baca juga: Pemprov Jakarta, Inotek, dan Starbucks Indonesia Luncurkan Program KRING untuk Dukung 100 UMKM Kopi

“Akan tetapi, perusahaan benar-benar membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan untuk tumbuh dan berkembang, baik di level manajerial, upskilling partner (barista), maupun di CSR. Tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki di perusahaan. Semuanya punya kesempatan yang sama,” ujar Kiki.

Menurut dia, pendekatan tersebut berangkat dari prinsip kesetaraan kesempatan. Setiap partner memiliki akses yang sama terhadap pelatihan, promosi, pengembangan kepemimpinan, hingga keterlibatan dalam program sosial.

Perjalanan Santi menuju posisi operation manager, pencapaian Wanda dalam kompetisi latte art, dan keterlibatan Sabila dalam kegiatan sosial bukanlah pengecualian, melainkan bagian dari sistem yang dikembangkan Starbucks Indonesia untuk memberi ruang tumbuh.

Lebih dari sekadar tempat bekerja

Pada akhirnya, pemberdayaan perempuan tidak selalu hadir dalam bentuk program khusus. Ia bisa hadir dalam kebijakan yang inklusif, budaya kerja yang mendukung, dan kepercayaan untuk mengambil peran strategis.

Momentum Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa kesetaraan bukan sekadar angka statistik, melainkan tentang akses, dukungan, dan keberanian untuk melangkah.

Dari ruang rapat hingga balik bar, dari perjalanan dinas lintas kota hingga kegiatan komunitas, Santi Octaviani, Euis Wanda, dan L Sabila menunjukkan bahwa ketika kesempatan terbuka dan lingkungan mendukung, perempuan dapat tumbuh sesuai potensi dan minatnya.

Dan di balik secangkir kopi yang tersaji hangat, ada perempuan-perempuan yang tidak hanya bekerja, tetapi juga memimpin, berkreasi, dan memberi dampak.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
LSM/Figur
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Pemerintah
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Pemerintah
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Pemerintah
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
Pemerintah
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Swasta
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
Pemerintah
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
Pemerintah
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Pemerintah
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
Pemerintah
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Pemerintah
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
Pemerintah
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
LSM/Figur
Tak Cukup Bayar Retribusi, Pengguna Air Tanah Bakal Wajib Pulihkan Cadangan Air
Tak Cukup Bayar Retribusi, Pengguna Air Tanah Bakal Wajib Pulihkan Cadangan Air
Pemerintah
Sisi Lain Transisi Energi, Ada Jejak Litium di Air Rumah Tangga Selama 15 Tahun
Sisi Lain Transisi Energi, Ada Jejak Litium di Air Rumah Tangga Selama 15 Tahun
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau