BrandzView
Konten ini merupakan Kerjasama Kompas.com dengan Musim Mas

Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender

Kompas.com, 9 Maret 2026, 14:17 WIB
ADW,
Agung Dwi E,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Musim Mas menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender sebagai bagian dari upaya membangun industri kelapa sawit yang inklusif dan berkelanjutan.

Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2026, perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara itu menyatakan bahwa peran perempuan tidak hanya penting dalam mendorong keberlanjutan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Oleh karena itu, kesetaraan gender diposisikan bukan semata sebagai tanggung jawab moral, melainkan fondasi dalam memperkuat operasional perusahaan dan komunitas di sekitar wilayah kerja.

Komitmen tersebut dijalankan melalui sejumlah inisiatif, mulai dari penguatan Komite Gender di lingkungan operasional hingga Women Smallholders Program (WSP) di tingkat komunitas.

Baca juga: IPB University dan Musim Mas Renovasi Ruang Publik

Komitmen Musim Mas untuk menempatkan gender equity dan women empowerment sebagai salah satu strategi prioritas perusahaan, kini juga diperkuat dalam Sustainability Roadmap Musim Mas 2026–2030.

General Manager Sustainability Musim Mas Vivi Anita mengatakan, program pemberdayaan perempuan tidak sekadar menjadi bentuk praktik bisnis yang bertanggung jawab, tetapi juga investasi terhadap sumber daya manusia SDM.

Tujuannya, kata Vivi, untuk meningkatkan ketahanan operasional perusahaan dan juga mendorong kedaulatan dan kemandirian perempuan.

“Upaya ini merupakan tahapan penting dalam menuju kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujar saat pemaparan Program Pemberdayaan Wanita pada webinar bertajuk “Strengthening Business Resilience through Sustainability” seperti dikutip rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (6/3/2026).

Musim Mas memperkuat peran Komite Gender di operasionalnya melalui program kolaborasi dengan DIWA untuk mendorong perlindungan, mendukung partisipasi, dan kontribusi strategis perempuan. Upaya ini tidak hanya mendorong perubahan untuk membenahi sistem, tetapi juga membentuk pola pikir dan budaya kerja yang lebih inklusif.dok. Musim Mas Musim Mas memperkuat peran Komite Gender di operasionalnya melalui program kolaborasi dengan DIWA untuk mendorong perlindungan, mendukung partisipasi, dan kontribusi strategis perempuan. Upaya ini tidak hanya mendorong perubahan untuk membenahi sistem, tetapi juga membentuk pola pikir dan budaya kerja yang lebih inklusif.

Perkuat perlindungan dan partisipasi perempuan di tempat kerja

Di lingkungan operasional, Musim Mas mengandalkan Komite Gender sebagai salah satu instrumen utama untuk menciptakan tempat kerja yang aman, bermartabat, dan inklusif bagi pekerja perempuan.

Komite itu dibentuk sejak 2008 dan berperan dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan. Komite ini turut mendukung partisipasi serta kontribusi strategis perempuan di seluruh unit operasional perusahaan.

Untuk memperkuat pelaksanaannya, Musim Mas juga bekerja sama dengan Dignity in Work For All (DIWA), organisasi nirlaba global yang berfokus pada pemenuhan hak dan martabat pekerja.

Baca juga: Musim Mas Salurkan Bantuan untuk Ribuan Keluarga Korban Banjir di Sumatera

Kolaborasi itu mencakup sejumlah kegiatan, seperti penilaian, diskusi kelompok terarah bersama pekerja, serta pelatihan bagi anggota Komite Gender dan pekerja, baik di kebun maupun pabrik.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mendorong perubahan yang tidak hanya menyentuh aspek struktural, tetapi juga pola pikir dan budaya kerja sehari-hari. Inisiatif ini juga membuka ruang aman bagi pekerja perempuan untuk menyampaikan aspirasi dan pengalaman mereka.

Pada saat yang sama, program itu juga memperkuat mekanisme penanganan isu sensitif, seperti diskriminasi, kekerasan berbasis gender, dan pelecehan seksual, dengan pendekatan yang berpusat pada penyintas.

Musim Mas bekerja sama dengan organisasi nirlaba global yang berfokus pada pemenuhan hak dan martabat pekerja, Dignity in Work For All (DIWA) untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan, seperti penilaian, diskusi kelompok terarah bersama pekerja, serta pelatihan bagi anggota Komite Gender dan pekerja, baik di kebun maupun pabrik.dok. Musim Mas Musim Mas bekerja sama dengan organisasi nirlaba global yang berfokus pada pemenuhan hak dan martabat pekerja, Dignity in Work For All (DIWA) untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan, seperti penilaian, diskusi kelompok terarah bersama pekerja, serta pelatihan bagi anggota Komite Gender dan pekerja, baik di kebun maupun pabrik.

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman mengenai kesetaraan gender, memperkuat kepemimpinan perempuan, serta mendorong keterlibatan laki-laki sebagai pendukung aktif dalam perubahan sosial.

Bagi Musim Mas, pemberdayaan perempuan bukan sekadar program tersendiri, melainkan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Melalui Komite Gender, perusahaan berupaya mendorong akses dan kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai peran dan jenjang kepemimpinan serta mengakui peran ganda perempuan sebagai pekerja dan anggota keluarga.

Perluas dampak hingga komunitas pekebun

Tidak hanya di tingkat operasional, Musim Mas juga memperluas upaya pemberdayaan perempuan ke tingkat komunitas melalui WSP.

Program itu ditujukan bagi pekebun perempuan dan istri pekebun dengan fokus pada penguatan kapasitas sosial dan ekonomi. Dengan begitu, mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam keluarga, usaha perkebunan, dan komunitas.

Baca juga: Musim Mas Dukung Percepatan ISPO untuk Pekebun Swadaya

WSP dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi perempuan di kawasan perkebunan melalui pelatihan nutrisi dan kesehatan keluarga, literasi keuangan, serta pengembangan peluang bisnis.

Pada 2023, tahap pertama program itu dijalankan di tiga kabupaten di Riau melalui kolaborasi dengan akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan lembaga keuangan nasional.

Hasil implementasi awal menunjukkan sejumlah capaian. Lebih dari 500 perempuan mengikuti pelatihan nutrisi dan kesehatan keluarga yang disertai pemantauan perubahan perilaku kesehatan.

Sementara itu, sebanyak 574 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Program itu juga melahirkan tiga kelompok bisnis perempuan yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha sembako.

Saat ini, ketiga kelompok tersebut telah menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan sembako masyarakat dan warung sekitar dengan aset rata-rata mencapai Rp 80 juta per kelompok.

Dosen Agribisnis USU Prof Ir Diana Chalil, MSi, PhD yang turut terlibat dalam pendampingan WSP menilai bahwa inisiatif itu merupakan langkah strategis.

Ia menjelaskan, pekebun rakyat umumnya dikelola sebagai usaha keluarga dengan perempuan memegang peran penting, baik sebagai tenaga kerja maupun pengelola keuangan rumah tangga.

“Oleh karena itu, upaya meningkatkan kinerja dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat perlu secara aktif melibatkan dan memberdayakan perempuan,” katanya.

Salah satu implementasi Women Smallholders Program adalah terbentuknya tiga kelompok bisnis perempuan yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha sembako yang berlokasi di tiga kabupaten di Riau.dok. Musim Mas Salah satu implementasi Women Smallholders Program adalah terbentuknya tiga kelompok bisnis perempuan yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha sembako yang berlokasi di tiga kabupaten di Riau.

Bagian dari strategi jangka panjang

Musim Mas akan terus memperkuat kapasitas Komite Gender, mengintegrasikan pembelajaran dari program yang berjalan ke dalam sistem manajemen perusahaan, serta memperluas jangkauan Women Smallholders Program ke berbagai wilayah.

Melalui pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memastikan perempuan tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki ruang untuk tumbuh.

Perempuan juga diharapkan dapat didengar pendapatnya, diakui kontribusinya, dan mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mendorong industri kelapa sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Perkuat Reputasi Internasional, Proyek Elektrifikasi Kereta Cepat Malaysia Rampung Lebih Awal di Tangan Teknisi PLN
Perkuat Reputasi Internasional, Proyek Elektrifikasi Kereta Cepat Malaysia Rampung Lebih Awal di Tangan Teknisi PLN
Pemerintah
5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI
5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI
LSM/Figur
Longsor Bantargebang Tewaskan Empat Orang, KLH Bakal Tempuh Jalur Hukum
Longsor Bantargebang Tewaskan Empat Orang, KLH Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pemerintah
Di Hulu Rantai Nilai, Ini Cerita Petani Indonesia Hadapi Tantangan Akses Pasar
Di Hulu Rantai Nilai, Ini Cerita Petani Indonesia Hadapi Tantangan Akses Pasar
BrandzView
KLH Tuang 10.000 Liter Ecoenzym ke Sungai Cisadane, Netralkan Cemaran Pestisida
KLH Tuang 10.000 Liter Ecoenzym ke Sungai Cisadane, Netralkan Cemaran Pestisida
Pemerintah
Perang, Emisi, dan Masa Depan Bumi
Perang, Emisi, dan Masa Depan Bumi
Pemerintah
Hari Perempuan Internasional 2026: Tema dan Sejarahnya
Hari Perempuan Internasional 2026: Tema dan Sejarahnya
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau