KOMPAS.com - Perubahan iklim mengancam kehidupan modern dengan dampak yang terus kita temukan mulai dari ketahanan pangan, ekonomi, hingga kehidupan sehari-hari.
Sayangnya, upaya adaptasi kita sebagai masyarakat dunia masih terganjal oleh masalah ketimpangan.
Namun melansir Phys, Senin (9/3/2026) Liz Carlisle, seorang profesor di Program Studi Lingkungan di UC Santa Barbara mengungkapkan ada cara untuk mengatasi masalah ini dan solusinya ada di depan mata kita.
Dalam bukunya 'Living Roots: The Promise of Perennial Foods' ia mengungkapkan mengandalkan tanaman menahun (perennial crops) dapat membantu kita menghadapi berbagai kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan iklim.
"Saya mulai mendalami pangan dari tanaman menahun karena saya melihat tanaman ini sebagai solusi yang sangat menjanjikan untuk membantu kita mengatasi tantangan-tantangan besar ini bersama-sama," ujarnya.
Baca juga: Kenalan dengan Tanaman Baru yang Daunnya Mirip Lidah Kucing, Ditemukan di Tapanuli
Tanaman menahun merupakan tanaman yang hidup lebih dari dua tahun.
Berbeda dengan tanaman pangan yang biasa kita kenal seperti padi, jagung, atau kedelai yang harus ditanam ulang setiap musim, tanaman menahun akan tumbuh kembali secara otomatis tahun demi tahun tanpa perlu ditanam lagi.
Tanaman menahun sebenarnya sudah menjadi bagian dari makanan kita sehari-hari.
Bayangkan saja buah-buahan dan kacang-kacangan yang berasal dari pohon atau semak. Tanaman ini terus berbuah setiap tahun tanpa perlu dibajak, dicabut, atau ditanam ulang seperti tanaman pangan semusim seperti gandum, jagung, dan kedelai.
Tanaman menahun lebih banyak menggunakan energinya untuk membangun sistem akar yang kuat dibandingkan tanaman semusim, sehingga mereka bisa terus tumbuh kembali dan bertahan lama.
Selain menjadi sumber pangan yang melimpah, cara menanam tanaman ini juga meminimalkan emisi penyebab pemanasan global.
Saat ini, sistem pertanian dan pangan industri dunia menghasilkan sekitar 16–17 miliar metrik ton karbon setiap tahun atau sekitar seperempat hingga sepertiga dari total emisi karbon global.
Tak heran jika pertanian menahun lebih ramah bagi Bumi. Tidak hanya menghasilkan beragam jenis pangan, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan dan ketahanan alam, sekaligus memperkaya budaya dan menjadi tujuan bersama.
"Tentu saja saya tidak berpendapat bahwa kita harus menghilangkan tanaman semusim sebagai sumber pangan. Namun, saat saya melihat proporsi tanaman menahun dalam ekosistem dan lahan pertanian kita, terlihat jelas bahwa cara kita bertani selama ini seringkali hanya mengandalkan tanaman semusim yang tidak setangguh cara kerja alam," ujar Carlisle.
Baca juga: Waktu Berbunga Tanaman Tropis Bergeser akibat Perubahan Iklim
Selain menghasilkan pangan, ekosistem tempat tumbuhnya tanaman menahun memberikan ketahanan dalam banyak aspek lain.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya