Karena tanaman ini terus berproduksi dari tahun ke tahun, tenaga kerja, biaya, dan energi yang biasanya digunakan untuk membajak tanah dapat dikurangi.
Hal ini menjaga kesehatan tanah, serta meminimalkan erosi dan kebutuhan akan pupuk kimia. Akar tanaman menahun yang menjalar dalam juga membantu mengelola risiko banjir, sekaligus menyimpan karbon dalam jumlah besar di bawah tanah.
Di habitat aslinya, tanaman ini jauh lebih tangguh menghadapi kekeringan dan cuaca panas yang seringkali mematikan bagi tanaman berakar dangkal.
"Ke depannya, yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan lebih banyak variasi tanaman yang lebih mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan kondisi yang berbeda," ungkap Carlisle.
"Kita ingin mencapai ketahanan pangan hari ini, tetapi kita juga ingin generasi mendatang memiliki ketahanan pangan yang sama, serta bertani dengan cara yang tidak merusak sumber daya yang justru menjadi syarat utama agar pertanian itu sendiri bisa tetap ada," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya